Kisah Tiara Penjual Bunga Musiman di TPU Abul Hasan, Ketiban Berkah Jelang Ramadan

Tiara – salah satu pedagang bunga setaman musiman di TPU Muslimin Jalan KH Abul Hasan Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tradisi berziarah ke makam leluhur, kerabat, dan keluarga menjelang Ramadan memberikan berkah tersendiri bagi penjual bunga setaman musiman di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Pemandangan ini terlihat jelas di sekitar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin di Jalan Abul Hasan, Samarinda. Aroma harum kembang setaman dan irisan daun pandan menyeruak di pintu masuk pemakaman.

Para penjual bunga tampak berjejer rapi di depan gerbang, menyambut kedatangan peziarah yang ingin membeli bunga untuk ditaburkan di makam keluarga mereka.

Salah satu pedagang musiman, Tiara (46), mengaku meraup rezeki besar menjelang Ramadan setiap tahunnya. Baginya, momen menjelang puasa bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan pintu rezeki yang terbuka lebar.

Harga yang dijual mulai Rp10.00 Wita. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Sejak lima hari lalu, lapak kecilnya tidak pernah sepi dikunjungi masyarakat peziarah yang datang sejak pagi hari.

“Mulai hari Jumat minggu lalu kemarin, sampai sekarang ramainya. Jualan begini setahun sekali saja. Kalau hari biasa sepi, paling satu dua orang saja yang lewat,” kata Tiara, ditemui niaga.asia, Selasa 17 Februari 2026.

Menjual bunga di TPU Abul Hasan bukanlah hal baru bagi wanita kelahiran tahun 1980 itu. Tiara mengisahkan bahwa area pemakaman ini sudah seperti rumah kedua baginya. Dia sendiri sudah mengenal seluk-beluk berdagang bunga sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Jualan di sini sudah lama, sejak kecil kelas 4 SD waktu menemani ibu dulu. Tempat jualan ini juga sudah dibeli, jadi milik sendiri,” kenangnya sambil tersenyum.

Sehari-harinya, Tiara adalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus anak-anaknya. Sementara sang suami bekerja sebagai penjaga malam, sekaligus tenaga kebersihan di salah satu kafe di Samarinda.

Deretan bunga dan kembang yang dijual Tiara. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Namun, saat momen ziarah menjelang Ramadan dan Idulfitri tiba, dia bertransformasi menjadi pedagang bunga untuk menambah pemasukan keluarga.

Meski hanya musiman, pendapatan yang diraup Tiara terbilang cukup untuk membantu kebutuhan dapur. Dalam sehari, dia mengaku bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp500 ribu.

Adapun bunga yang dijualnya yakni bunga rampai seharga Rp25 ribu per rampainya,  kembang tabur seharga Rp10 ribu per tiga bungkusnya, serta air mawar seharga Rp3 ribu per botol dan Rp5 ribu untuk dua botol air mawar. Bahan baku bunga setaman ini didapatkan Tiara dengan membelinya di Pasar Sungai Dama, Samarinda.

“Pendapatan bersih bisa Rp500 ribu, kadang lebih dalam sehari. Paling ramai yang beli itu bunga tabur dan air. Masyarakat biasanya ramai berziarah pada waktu sore dan pagi hari,” ungkapnya.

Tiara mulai menggelar dagangannya sejak pukul 07.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita. Dia memprediksi keramaian akan mencapai puncaknya hari ini.

Pedagang bunga lainnya di area masuk TPU Muslimin Abul Hasan. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Hari ini paling ramai karena besok sudah puasa kan kabarnya. Rencana mau jualan sampai besok. Habis itu buka lagi jelang lebaran,” sebut Tiara.

Dengan peluh yang membasahi dahi, Tiara terus melayani pembeli dengan ramah. Baginya, setiap plastik bunga yang terjual adalah berkah Ramadan yang nyata.

“Alhamdulillah, kalau menjelang Ramadan dan seminggu mau Lebaran itu pasti ramai. Di antara dua momen itu, memang yang paling ramai saat mendekati puasa seperti sekarang,” demikian Tiara.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: