Omzet Warung Mbak Poni Naik 3–4 Kali Lipat di Tangga Arung Square

Yuli (40) tampak sigap melayani pembeli di kiosnya, Warung Mbak Poni, lantai dua nomor 562 Pasar Tangga Arung Square, Selasa (17/2/2026). (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Dua tahun lalu, Warung Mbak Poni yang dimiliki Yuli, seorang wanita berusia 40 tahun, betul  berada di masa-masa paling sulit, ketika dia dan iparnya direlokasi berjualan di Lapangan Pemuda.

Saat itu, ia bersama pedagang lain direlokasi sementara ke Lapangan Pemuda selama proses pembangunan dan revitalisasi Tangga Arung Square pada periode 2022 – 2024. Kondisi lapangan yang kurang strategis dan minim pengunjung membuat banyak pedagang kesulitan bertahan.

Dalam sehari, warung nasi campurnya kadang hanya terjual satu porsi. Bahkan tak jarang, ia pulang tanpa membawa uang sama sekali.

“Kadang cuma laku satu nasi, kadang minum saja, kadang tidak ada sama sekali. Pernah juga pulang benar-benar kosong,” kenangnya, Selasa sore (17/2/2026).

Yuli mengaku, untuk menutup kebutuhan sehari-hari saja, ia terpaksa menggunakan tabungan pribadi. Modal usaha pun sempat terkuras. Sejumlah pedagang lain bahkan harus meminjam uang demi tetap bisa berjualan.

“Yang penting bisa belanja bahan lagi sudah alhamdulillah. Tapi sering juga uang tabungan yang kepakai,” jelasnya.

Kios nomor 562 lantai dua di Tangga Arung Square menjadi tempat Warung Mbak Poni berjualan, letaknya di dekat eskalator. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Namun keadaan berbalik sejak peresmian Tangga Arung Square tanggal 5 Januari 2026. Para pedagang resmi menempati gedung baru Tangga Arung Square. Yuli mendapatkan kios di lantai dua dengan nomor 562, tepat di dekat eskalator, lokasi yang cukup strategis.

Sejak pindah, ia mengaku bahwa perlahan roda usaha kembali berputar. Ibu empat anak ini pun menyebut omzetnya kini meningkat tiga hingga empat kali lipat dibanding saat masih berjualan di Lapangan Pemuda.

“Jauh sekali bedanya, sangat jauh. Sekarang alhamdulillah ada saja pembeli setiap hari,” katanya.

Warung yang kini bernama Warung Mbak Poni itu memang bukan usaha baru. Berdiri sejak awal 1990-an oleh almarhum ibunya dengan nama Warung Madurasa, usaha ini melewati berbagai fase perubahan Pasar Tangga Arung.

Nama warungnya sempat berganti menjadi Suramadu, sebelum akhirnya menjadi Warung Mbak Poni, mengikuti nama kakak iparnya yang melanjutkan usaha keluarga bersama dirinya.

Aneka menu andalan Warung Mbak Poni, tersedia nasi campur, nasi sop, bakso, sate hingga lalapan ayam dibanderol Rp15.000 per porsi, dengan minuman Rp5.000. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Meski nama berubah, resep tetap sama. Masakan rumahan seperti nasi campur, nasi sop, bakso, sate, hingga lalapan ayam menjadi andalan dengan harga terjangkau, Rp15.000 per porsi dan minuman Rp5.000.

Menurut Yuli, lonjakan omzet di Tangga Arung Square ini bukan hanya karena lokasi kiosnya yang cukup strategis, tetapi juga dipengaruhi kondisi pasar yang lebih bersih dan tertata. Pengunjung pun lebih nyaman berbelanja dan makan.

Jam ramai biasanya menjelang makan siang. Namun pada akhir pekan, pembeli sudah berdatangan sejak pukul 09.00 pagi. Bahkan saat ada event di pasar, warungnya bisa buka hingga malam hari pukul 22.30 WITA, karena permintaan yang cukup meningkat.

“Kalau lagi ramai, sampai lupa makan sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.

Ayam segar yang dibeli setiap pagi menjadi kunci cita rasa Warung Mbak Poni. Bahan yang disajikan langsung diolah agar tetap fresh dan lezat untuk pelanggan. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Untuk menjaga kualitas, Yuli membeli bahan segar setiap hari. Ia tak pernah menyimpan stok ayam terlalu lama. Jika persediaan habis siang hari, ia kembali ke pasar untuk membeli ayam tambahan.

“Paling kalau pagi hari, saya pasti bawa 3-4 kilogram ayam. Nanti kalau siang sudah habis, saya beli lagi, jadi saya nggak nyetok ayam di kulkas, biar fresh terus. Beli, olah, jual, beli, olah, jual, begitu terus,” tegasnya.

Kini, setelah melewati masa-masa sulit relokasi, Yuli merasa lebih optimistis. Meski tantangan usaha tetap ada, ia pun bersyukur kondisi sudah jauh lebih baik dibanding dua tahun sebelumnya di Lapangan Pemuda.

“Yang penting sekarang ada pembeli terus. Enggak seperti dulu yang sepi sekali,” terangnya.

Warung Mbak Poni di Tangga Arung Square juga melayani pesanan dalam jumlah kecil maupun besar. Yuli mengatakan, selama pemesanan tidak mendadak, dirinya siap memenuhi permintaan pelanggan, baik untuk acara keluarga, rapat, maupun kegiatan lainnya.

“Berapa pun jumlahnya insyaallah kami layani, yang penting tidak dadakan supaya bisa kami siapkan dengan maksimal dan tetap fresh,” pungkasnya. Untuk pemesanan, pelanggan dapat menghubungi 0821-5170-2585.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: