
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Kementerian Pekerjaan Umum tengah membenahi infrastruktur pengairan di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebanyak 7.900 hektare lahan irigasi yang tersebar di 35 titik kini tengah direhabilitasi guna mengejar target swasembada pangan tahun ini.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWS Kalimantan IV Indrasto Dwi Cahyo menerangkan, untuk mendukung swasembada pangan, BWS Kalimantan memastikan distribusi air ke lahan persawahan berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
“Terkait ketahanan pangan, tugas pokok kami adalah menyiapkan infrastruktur air seperti jaringan tata air atau aliran irigasi,” kata Dwi di kantornya, Jalan MT Haryono Samarinda, Kamis 19 Februari 2026.
Dalam mendukung swasembada pangan ini, Kementerian PU bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), di mana Kementan berfokus pada pemberdayaan petani dan pembagian alat mesin pertanian (Alsintan).
Intervensi pemerintah pusat diperlukan mengingat pemerintah provinsi dan kabupaten sering mengalami kendala anggaran untuk menangani irigasi di bawah 3.000 hektare.
“Sesuai Inpres Nomor 2 Tahun 2025 memungkinkan pemerintah pusat mengambil alih kegiatan irigasi kewenangan daerah, untuk mempercepat swasembada pangan karena keterbatasan pendanaan lokal,” terang Dwi.
Sepanjang tahun 2025, perbaikan irigasi ini telah menyasar 7.900 hektare tersebar di 35 titik Irigasi yang terbagi menjadi dua tahap pengerjaan.
Tahap pertama pada triwulan I dan II perbaikan irigasi menyasar ke 27 titik irigasi seluas 7.420 hektare. Memasuki tahap kedua, triwulan III dan IV pengerjaan dilanjutkan pada 8 titik irigasi seluas 480 hektare.
Perbaikan irigasi ini menyasar pada lima daerah yakni Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.
“Kami mengerjakan rehabilitasi saluran, normalisasi, hingga peningkatan fungsi saluran irigasi,” jelas Dwi.
Upaya ini bertujuan memastikan pasokan air dapat mengalir lancar hingga ke petak sawah petani. Infrastruktur yang telah rampung diperbaiki, diserahkan kembali kepada pemerintah daerah untuk pemeliharaan rutin.
Pemerintah menargetkan cakupan rehabilitasi tahun ini dapat melebihi angka 8.000 hektare dengan menampung usulan prioritas dari kabupaten.
Untuk tahun 2026 ini, pembenahan saluran irigasi akan difokuskan pada dua wilayah yang menjadi lumbung padi terbesar di Kaltim, yakni Kabupaten PPU dan Kukar.
“Program pembenahan irigasi ini akan terus berlanjut setiap tahunnya. Sejauh ini daerah irigasi paling besar di Kaltim ada di Rawa Sebakung, PPU dan Kawasan Sido Mulyo Kukar,” demikian Indrasto Dwi Cahyo.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: IrigasiKaltimKementerian PUPertanianSwasembada Pangan