
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Aroma wangi rempah berpadu dengan manisnya kue tradisional menyeruak dari deretan lapak Pasar Ramadan, di halaman parkir GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. Setiap tahun kawasan itu menjadi pilihan utama warga untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa dengan harga terjangkau.
Memasuki hari pertama Ramadan yang jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, antusiasme masyarakat seolah tak terbendung. Pantauan di lokasi sejak pukul 15.00 Wita, pembeli dari berbagai penjuru kota, mulai berbondong-bondong memadati setiap area koridor pasar Ramadan, hilir mudik membawa kantong plastik berisi aneka makanan.
Tahun ini, Pasar Ramadaan Segiri terlihat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu hanya diikuti 130 pedagang, di 2026 ini jumlahnya bertambah menjadi 150 pedagang yang mulai berjualan sejak siang hari.
Di Pasar Ramadan itu, pilihan makanan yang dijual beraneka ragam. Mulai dari kudapan berat seperti ikan bakar, tempe mendoan, hingga camilan seperti gorengan serta kue tradisional seperti amparan tatak dan bingka, yang selalu diburu masyarakat setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin mengatakan, Pemkot Samarinda terus memperbarui konsep Pasar Ramadan itu, agar masyarakat yang berjualan maupun berbelanja merasa nyaman.

Terlihat dari yang sebelumnya hanya tertutup tenda kerucut, sekarang bentuk Pasar Ramadan di GOR Segiri Samarinda dibuat lebih rapi dan estetis, agar pengunjung merasa betah ketika berbelanja.
“Pembaruan konsep berjualan ini untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi pedagang dan pengunjung ketika berbelanja, karena lebih luas dan besar begitu. Konsep tenda panjang ini sudah kita terapkan sejak empat tahun lalu, zaman sebelumnya kan hanya tenda kerucut,” ujar Muslimin.
Dari total 150 pedagang, sebanyak 100 lapak dikhususkan untuk kuliner, sementara 50 sisanya diisi oleh pelaku usaha barang non makanan. Tarif sewa lapak per pedagang adalah Rp 1,5 juta selama satu bulan penuh.
“Alhamdulilah kita berhasil menghadirkan tempat wisata belanja yang lengkap, baik itu makanan basah dan makanan kering, termasuk beberapa produk lainnya ada juga di sini,” ucapnya.
Lonjakan pengunjung di hari pertama ini diprediksi mencapai angka 3.000 hingga 5.000 orang. Tingginya animo masyarakat ini pun berdampak pada keterbatasan lahan parkir.
Kapasitas parkir di samping GOR Segiri yang hanya menampung sekitar 2.000 kendaraan, membuat sebagian warga terpaksa memarkirkan kendaraannya di area luar GOR Segiri Samarinda.

“Kami menyadari kesulitan parkir menjadi tantangan tersendiri. Kami berharap Pasar Ramadan ini ke depannya dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Muslimin.
Selain berburu takjil, pengunjung juga dimanjakan dengan hiburan live music. Pemkot Samarinda juga berencana menggelar agenda buka puasa bersama anak yatim, serta berbagai kompetisi seperti lomba beduk sahur dan fesyen muslimah.
”Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tujuannya juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” sebut Muslimin.
Aminah Irawati, 24 tahun, salah seorang pengunjung tidak prrnah absen untuk datang dan berburu takjil di Pasar Ramadan Segiri setiap tahunnya. Kelengkapan aneka takjil, makanan basah dan kering, menjadi daya tarik Aminah.
“Harganya juga sangat terjangkau,” ujar Aminah.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pasar RamadanSamarindaTakjil