Kisah Inur 20 Tahun Berdagang Amparan Tatak dari Resep Turun Temurun

Pedagang Amparan Tatak di Pasar Ramadan GOR Segiri Samarinda Inur, yang telah berjualan 20 tahun. (istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kue tradisional Amparan Tatak merupakan salah satu takjil berbuka puasa yang setiap tahunnya selalu diburu masyarakat saat bulan suci Ramadan. Perpaduan lapisan kenyal nan gurih dengan siraman santal kental di atasnya, menjadikan kuliner ini tetap eksis dan melegenda di Kalimantan Timur.

Sore itu di tengah keramaian masyarakat yang tengah berburu makanan di Pasar Ramadan GOR Segiri Samarinda, aroma gurihnya santan dan manisnya pisang menyeruak di antara seratusan lapak takjil.

Seorang wanita paruh baya, bernama Inur, 58 tahun, tampak cekatan melayani pembeli yang antre demi sepotong kue tradisional Amparan Tatak. Inur sendiri telah berdagang Amparan Tatak selama 20 tahun lamanya.

“Sudah berpuluh tahun jualan Amparan Tatak setiap bulan Ramadan. Kalau hari biasa, saya bisanya jualan kain baju di pasar,” kata Inur, ditemui Kamis 19 Februari 2026.

Keterampilannya mengolah kue Amparan Tatak ini sudah digelutinya sejak dirinya duduk di bangku SMA. Sebelumnya Inur mendagangkan jualannya di Citra Niaga Samarinda,. hingga akhirnya rutin mengisi stand di Pasar Ramadan GOR Segiri Samarinda.

“Amparan Tatak ini resep turun temurun dari orang tua, sekarang saya yang meneruskan bersama sepupu yang membuat” ujar Inur.

Setiap harinya, Inur membuat 40 loyang kue Amparan Tatak dengan berbagai rasa yang beragam mulai Putri Selat, Pisang Santan, Sari Pengantin, Nangka Susu, Kararaban hingga Lapis Sari India.

“Paling banyak yang disukai pembeli biasanya Amparan Tatak Pisang Santan, bisa habis empat loyang sehari,” ucapnya.

Amparan Tatak sendiri dibanderol dengan harga Rp15 ribu per-potongnya dan Rp150 ribu per loyangnya.

“Pendapatan Alhamdulillah lumayan, cukup untuk nambah pemasukan hari-hari. Banyak juga pedagang lama waktu jualan di Citra Niaga ke.sini kalau mencari kue ini,” demikian Inur

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: