Pokja III TP PKK Kaltim Jual Hasil Kebun Sendiri di Bazar Ramadan

Stand Pokja III TP PKK Kaltim menampilkan hasil kebun sendiri seperti pepaya dan kembang kol, produk khas Hulu Mahakam, hingga parfum Arab aroma oud dari Dubai. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Pokja III tidak sekadar membuka lapak dalam bazar Ramadan, tetapi juga turun langsung menjual hasil kebun sendiri dan menggandeng pelaku UMKM dari wilayah hulu Kaltim.

Bazar yang berlangsung sejak 21 Februari – 14 Maret 2026 ini menjadi ajang pemberdayaan nyata. Sejumlah hasil panen seperti pepaya dan kembang kol dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah kita di sini kegiatan bazar selama Ramadan. Semua orang datang membeli dagangan usaha UMKM,” ujar Anggota Pokja III TP PKK Kaltim, Syarifah Soraya Alhasni, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, penjualan hasil kebun sendiri menjadi bukti bahwa PKK Kaltim tidak hanya mendorong konsumsi produk lokal, tetapi juga aktif dalam produksi pangan skala rumah tangga. Kembang kol dijual Rp25 ribu per kilogram, sementara pepaya Rp15 ribu per buah.

Selain hasil panen kebun sendiri, Pokja III juga menghadirkan beragam produk khas daerah. Kerupuk bumbu rasa ketumbar dari Muara Muntai, produk olahan dari Hulu Mahakam dipajang untuk memperkenalkan cita rasa khas Kaltim. Kerupuk tersebut dibanderol Rp20 ribu per 250 gram.

“Biar orang-orang tahu keistimewaan dan nikmatnya makanan khas Kaltim,” katanya.

Kembang kol hasil kebun Pokja III TP PKK Kaltim dipajang di lapak Bazar Ramadan dengan harga terjangkau. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Tak hanya produk pangan, bazar ini juga menawarkan kurma sukari seharga Rp70 ribu per kilogram atau Rp200 ribu per boks. Ada pula peyek Rp20 ribu serta kacang gurih produksi UMKM lokal Rp30 ribu.

Menariknya, Pokja III juga turut menghadirkan parfum Arab air freshener merek Muatter Baraehat Al Haram dari Dubai dengan aroma oud. Produk berukuran 500 mililiter itu dijual dengan harga Rp235 ribu dan dipromosikan sebagai pengharum ruangan maupun perlengkapan ibadah selama Ramadan.

Soraya menjelaskan, aroma oud identik dengan suasana Timur Tengah sehingga dapat menghadirkan nuansa religius di rumah.

“Kalau rindu sama kota Makkah dan Madinah bisa semprotkan parfum Arab ini,” jelasnya.

Melalui kombinasi hasil kebun sendiri, produk UMKM hulu, hingga parfum bernuansa Timur Tengah, Pokja III PKK Kaltim terus berupaya menghadirkan bazar Ramadan yang tidak hanya mendorong transaksi ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas lokal serta semangat kebersamaan selama bulan suci.

“Harapannya semoga berkah, tambah laris, dan bisa membantu perekonomian,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: