
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Sekolah Dasar (SD) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Perbedaannya, ada penyesuaian jenis menu menjadi makanan ringan bergizi agar makanan yang diberikan tahan hingga berbuka puasa.
Salah satu sekolah yang terpantau aktif menerima MBG meski di bulan Ramadan ini adalah SDN 004 Samarinda Utara, di Jalan Padat Karya, Sempaja. Program MBG di sekolagh itu diketahui telah berjalan konsisten sejak Januari 2025 lalu.
Salah satu murid kelas 6 SDN 004 Samarinda Utara, Andra Dwi Pradipta, 12 tahun, mengaku senang program ini tetap berlanjut meski di bulan puasa. Dia bercerita bahwa menu yang dia terima cukup bervariasi setiap harinya.
“Hari pertama masuk kemarin menunya kurma, bolu, dan susu. Kalau hari kedua tadi isinya kurma, kue, susu, dan telur puyuh,” kata Andra, ditemui Selasa 24 Februari 2026.
Jika dibandingkan dengan hari biasa, menu Ramadan memang berbeda. Biasanya Andra mendapatkan nasi lengkap dengan lauk daging dan sayur. Dia pun berharap variasi buah-buahan bisa ditambah ke depannya.
“Pembagiannya lancar terus, setiap hari dapat. Untuk menu di bulan puasa ini kalau bisa mungkin nanti ditambah buahnya seperti jeruk,” ujarnya.
Sementara PIC MBG SDN 004 Samarinda Utara, Tajudin menjelaskan, perubahan menu dari makanan berat menjadi paket makanan ringan adalah langkah strategis, agar makanan itu dapat dibawa pulang oleh murid tanpa risiko basi.

“Di bulan Ramadan, menunya disesuaikan menjadi snack, makanan yang tahan disimpan hingga waktu berbuka puasa di rumah,” jelasnya.
Meski menu yang disajikan berubah menjadi makanan ringan, standar kecukupan gizinya tetap menjadi prioritas utama. Pihak sekolah memastikan setiap paket mengandung unsur protein dan vitamin yang dibutuhkan anak-anak.
“Sejauh ini anak-anak cukup puas. Nilai gizinya tetap terjaga, ada telur, susu, hingga roti. Memang untuk buah mungkin nanti bisa kita variasikan lagi jenisnya sesuai masukan siswa,” terang Tajudin.
Terkait jadwal distribusi, Tajudin menyebutkan bahwa program MBG mengikuti kalender akademik sekolah. Saat siswa diliburkan pada awal Ramadan, pendistribusian pun ikut berhenti sementara.
“Begitu anak-anak masuk sekolah dan aktif kembali, distribusi langsung dijalankan lagi setiap hari,” demikian Tajudin.
Diketahui setiap harinya MBG ini diberikan kepada 525 siswa dan 33 tenaga pendidik di SDN 004 Samarinda Utara.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
