Mobil Bingung dan Kesalahan Gubernur

Catatan SB Silaban

Jenis mobil dinas baru seharga Rp8,5 miliar yang diduga dibeli Pemprov Kaltim Kaltim untuk Gubernur Rudy Mas’ud  melalui APBD-Perubahan Kaltim tahun 2025. (Foto Istimewa)

Kenapa saya menyebut mobil dinas sangat mewah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang diributkan itu, sebagai mobil bingung?

Begini: awalnya, seorang pejabat bilang mobil itu untuk keperluan penyambutan tamu di Ibu Kota Nusantara.

Belakangan, penjelasan Sekprov  Kaltim lain lagi. Mobil itu katanya untuk keperluan gubernur saat mengunjungi daerah yang jalannya belum bagus. Terutama di pedalaman.

Eh, ucapan gubernur lain lagi. Tersirat jelas bahwa mobil itu berkaitan dengan muruah/marwah Kaltim. Penjelasan yang tak korelatif dengan penjelasan kedua bawahannya. Plus ini: mobil itu diduga kuat ditempatkan di Jakarta.

Publik pun bingung oleh penjelasan yang tak segendang tak sepenarian itu. Ucapan tentang mobil itu dikaitkan dengan muruah Kaltim, alih-alih memberikan pemahaman, justru memantik reaksi negatif. Berbagai kalangan, mulai netizen, pemengaruh alias influencer, hingga pemerhati dari kampus, mengkritik pembelian mobil sangat mewah itu.

Bagaimana tidak?

Tiga pejabat, 3 penjelasan, untuk mobil yg sama. Jangankan warga Kaltim, mobil itu pun, jika bisa bicara, akan bingung juga.

Lalu di mana kesalahan gubernur?

Ini: pertama, dia beli mobil yang bahkan lebih mewah dan lebih mahal daripada mobil dinas seluruh menteri.

Kedua, dalih bahwa itu dianggarkan pada 2025, ketika Presiden belum bicara soal efisiensi anggaran, lebih terasa sebagai ngeles. Dalih. Alasan yang tak keren. Substansinya kan tetap ini: kenapa harus beli mobil semahal itu? Aji mumpung? Mau pamer? Atau apa?

Ketiga: gubernur tak menunjukkan public speaking yang bagus utk kasus ini. Tidak dari dirinya, juga tidak dari tim komunikasinya. Yang konon: jumlahnya seabrek, anggarannya pun lumayan.

Gubernur Rudy dan tim horenya mungkin lupa: netizen cerdas. Sangat cerdas. Juga tajam. Bahkan sangat tajam.

Ketika Pemprov tampak belepotan menjelaskan masalah ini, tak heran jika dibantai oleh netizen.

Pak Gubernur, semoga ini terakhir kalinya Anda tak hati2 membelanjakan duit rakyat untuk fasilitas mewah jabatan Anda.

Oh ya Pak, benarkah Anda mengubah mobil dinas yang dipakai gubernur sebelumnya, menjadi mobil pengawal yang dipakai kepolisian? Lexus LX 570 lho itu. Mobil yang kelasnya juga amat mewah.

Sebaiknya siapkan tim anda menjawab isu itu Pak. Sebelum jadi bola liar. Baik dari segi aturan, maupun kepatutan. Sebab Kapolri maupun para menteri, mobil pengawalnya “hanya” Fortuner atau Pajero Sport.

BTW Pak Gub, saya tetap respek anda rajin pergi ke daerah-daerah. Bahkan naik mobil ke Mahulu.

Semoga di anggaran 2026, kunjungan Anda itu berbuah atensi maksimal bagi Kubar, Mahulu, Kutim dan Berau.

Semoga!!!

Tag: