Nelayan Sabintulung Tenggelam Saat Mandi Pagi, Ditemukan Meninggal Empat Jam Kemudian

Proses evakuasi jenazah Hairun (62) oleh personel Polsek Muara Kaman bersama warga Desa Sabintulung setelah empat jam pencarian. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

MUARA KAMAN.NIAGA.ASIA – Seorang warga Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) bernama Hairun, yakni, seorang nelayan berusia 61 tahun yang juga merupakan warga RT 011 Dusun Rumbia, Desa Sabintulung, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya ia dilaporkan tenggelam di Sungai Sabintulung, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.

“Benar, korban atas nama saudara Hairun (62) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam pukul 07.00 WITA telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 11.23 WITA,” ungkap Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin.

Berdasarkan keterangan dari saksi bernama Bondan (43), pagi itu korban hendak mandi di Sungai Sabintulung yang berada tidak jauh dari kediamannya. Sekitar pukul 07.00 WITA, korban terlihat melompat ke sungai untuk mandi seperti biasa.

Namun beberapa saat kemudian, korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Saksi yang melihat kejadian tersebut mulai merasa curiga ketika korban tak terlihat lagi di atas air.

Istri korban, Aspah (59), yang mengetahui suaminya tak kunjung kembali, langsung berteriak meminta pertolongan kepada anaknya, Yusuf (37). Keluarga kemudian berupaya melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, namun korban belum ditemukan.

Warga Dusun Rumbia pun berdatangan membantu pencarian. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Muara Kaman.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin bersama personel segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu proses pencarian.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi), yakni gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang abnormal. Dugaan sementara, penyakit tersebut kambuh saat korban berada di dalam air, dengan kondisi sungai yang sedang naik (pasang).

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Muara Kaman, anggota TNI dari Koramil setempat, Damkar Kecamatan Muara Kaman, serta sekitar 100 warga Desa Sabintulung.

Proses penyisiran dilakukan di sekitar lokasi korban pertama kali terlihat tenggelam. Namun upaya pencarian sempat terkendala karena kondisi Sungai Sabintulung saat itu sedang dalam keadaan pasang.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih empat jam, akhirnya pada pukul 11.23 WITA, jenazah korban berhasil ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Jenazah kemudian dievakuasi tim gabungan dan dibawa ke rumah duka di RT 01 Desa Sabintulung. Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: