Harga Diri Kaltim? Ayo ke Terminal

Catatan: SB Silaban

Kondisi bangunan Terminal Sungai Kunjang di Samarinda, jauh dari nyaman. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Good job Gubernur Rudy Mas’ud. Seperti saya tulis beberapa hari lalu, membatalkan mobil sangat mewah itu adalah opsi yang baik. Karena sudah telanjur dibeli, maka mengembalikannya tetap opsi  terbaik. Daripada jadi bulan-bulanan netizen se-Nusantara. Hari ini, mobil mewah itu dikembalikan ke pemasoknya.

Pak Gubernur, kalau besok-besok Anda bicara harga diri Kaltim, ada baiknya Anda pergi ke terminal antarkota di Samarinda. Baik terminal Samarinda-Bontang, maupun Samarinda-Balikpapan.

Di kedua terminal itu, tak ada harga diri Kaltim Pak. Bangunannya tua. Fasilitasnya minin. Tampilannya ketinggalan jaman dan usang.

Selama puluhan tahun, kedua terminal itu nyaris tak tersentuh perbaikan. Boro-boro rehab besar atau rehab total.

Di terminal di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Untung Suropati itu, “kekayaan” Kaltim tak ada jejaknya. Selain tua juga auh dari standar customer fiendly, yang sudah diterapkan di banyak terminal di Pulau Jawa.

Entah kenapa, selama 5 tahun menjabat hingga 2023, Gubernur Isran Noor tak menyentuhnya.

Entah apa “dosa” kedua terminal itu,  sehingga APBD Kaltim sejak 2018  hingga sekarang yang puluhan triliun, tak menyentuhnya. Kabarnya di 2025 akan direhab senilai Rp 100 M. Lalu turun karena efisiensi menjadi Rp 40 M di 2026.

Ayo Pak Gubernur. Jangan ditunda lagi. Rehab total kedua terminal itu. Bikin nyaman pengguna jasanya. Mereka adalah penumpang yang terbatas isi kantongnya. Tak sanggup membayar  kendaraan travel seperti Kanga**o, Citir**s atau Sun***a. Menumpang bus, mereka membayar Rp 50-60 ribu, jauh di bawah kendaraan travel yang sudah lebih Rp 225.000.

Semoga dalam 4 tahun “sisa” jabatan Pak Gub, harga diri Kaltim akan mewujud dalam infrastruktur yang lebih baik, dan layanan publik yang semakin oke. Bukan dalam wujud mobil dinas sangat mewah. Apalagi ruang kerja yang semakin wah. (*)

Tag: