Nilai Ekspor Kaltim Januari 2026 Turun 31,25 Persen Dibandingkan Desember 2025

Ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ekspor migas Kalimantan Timur (Kaltim) Januari 2026 tercatat sebesar US$115,94 juta, atau turun sebesar 56,23 persen dibandingkan dengan Desember 2025. Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat US$1.469,12 juta, atau turun sebesar 28,01 persen.

Sementara nilai impor Januari 2026 mencapai US$637,64 juta, atau naik 5,62 persen jika dibandingkan dengan nilai impor Desember 2025.

Demikian dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai dalam konferensi pers secara daring, Senin (2/3/2026).

BPS Kaltim mencatat, secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur selama Januari 2026 tercatat sebesar US$1.585,06 juta, atau turun 5,55 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026 terhadap Desember 2025 terjadi pada golongan barang berbagai produk kimia yang naik sebesar US$16,52 juta (36,72 persen).

“Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral sebesar US$309,21 juta (21,07 persen).”

Sumber: BPS Kaltim

Menurut Mas’ud,  pada Januari 2026, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$567,41 juta (38,62 persen), diikuti India dengan nilai sebesar US$190,61 juta (12,97 persen), dan Filipina sebesar US$146,39 juta (9,96 persen).

Pada Januari 2026, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Provinsi Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 73,06 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 19,52 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 7,31 persen.

Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan (US$511,20 juta), Pelabuhan Samarinda (US$314,18 juta), dan Pelabuhan Tanjung Bara (US$215,01 juta).

Nilai ekspor migas Januari 2026 tercatat sebesar US$115,94 juta, lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai ekspor migas Desember 2025 yang tercatat sebesar US$264,91 juta. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$1.469,12 juta, lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai ekspor nonmigas Desember 2025 yang tercatat sebesar US$2.040,68 juta.

“Penurunan nilai ekspor migas disebabkan oleh turunnya nilai ekspor gas alam. Nilai ekspor hasil minyak naik sebesar 4,87 persen dari sebesar US$74,20 juta pada Desember 2025 menjadi sebesar US$77,81 juta pada Januari 2026. Sementara, nilai ekspor gas turun sebesar 80,01 persen dari sebesar US$190,71 juta pada Desember 2025 menjadi sebesar US$38,13 juta pada Januari 2026,” ungkap Mas’ud.

BPS Kaltim mencatat, nilai impor migas tercatat sebesar US$584,22 juta, atau naik sebesar 10,76 persen dibandingkan dengan nilai impor Desember 2025. Sebaliknya, nilai impor nonmigas Januari 2026 tercatat sebesar US$53,42 juta, atau turun sebesar 29,96 persen.

“Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2025 mengalami surplus sebesar US$947,42 juta. Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus sebesar US$1.415,70 juta, sebaliknya sektor migas tercatat defisit sebesar US$468,28 juta.” kata Mas’ud.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: