
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Menjelang Hari Raya Besar Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan penukaran uang baru di Bankaltimtara Cabang Tenggarong mulai meningkat. Dari berbagai pecahan yang ada, uang kertas Rp5.000 dan Rp10.000 menjadi yang paling banyak diminati masyarakat.
Pimpinan Bidang Layanan dan Operasional Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Rida Wati Utami, mengatakan antusias warga terhadap uang hasil cetak sempurna atau yang biasa disebut uang baru sudah terlihat sejak awal Ramadan.
“Yang paling laris itu pecahan Rp5.000 dan Rp10.000. Itu yang paling banyak diminati masyarakat,” ungkapnya kepada Niaga.Asia saat ditemui di Ruang Rapat Bankaltimtara Tenggarong, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, tingginya minat terhadap dua pecahan tersebut tidak terlepas dari tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak dan keluarga saat Lebaran Idul Fitri. Pecahan kecil dinilai lebih praktis dan sesuai untuk dibagikan.
Selain Rp5.000 dan Rp10.000, pecahan lain seperti Rp20.000, Rp2.000 dan Rp1.000 juga tersedia. Sementara untuk pecahan besar seperti Rp50.000 dan Rp100.000 tetap ada peminatnya, namun nominal penukarannya relatif besar karena dikemas per pak.
“Kalau Rp50.000 itu satu pak senilai Rp5 juta. Kalau Rp100.000 berarti Rp10 juta. Jadi memang amount-nya cukup besar kalau langsung ambil satu pak,” jelasnya.
Rida menjelaskan bahwa distribusi uang baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sudah mulai dilakukan sejak minggu pertama bulan Ramadan, tepatnya sekitar 23 Februari lalu, dan diperkirakan berlangsung hingga 17–18 Maret 2026 atau jelang cuti bersama Lebaran.
Secara nasional beber dia, Bank Indonesia telah menyiapkan sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Untuk wilayah Kukar, Bankaltimtara melayani penukaran di kantor induk Timbau serta 24 kantor cabang pembantu yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Bankaltimtara hadir di 20 kecamatan. Jadi, masyarakat bisa langsung datang ke jaringan kantor kami,” katanya.
Selama Ramadan, layanan penukaran dibuka setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–15.00 WITA. Penukaran dapat dilakukan secara tunai maupun melalui debit rekening. Nasabah dari Bankaltimtara tentu menjadi prioritas layanan dengan menunjukkan buku tabungan dan KTP.
Namun, non-nasabah juga tetap dilayani oleh Bankaltimtara sepanjang stok masih tersedia, dengan syarat harus menunjukkan KTP untuk pendataan.
Guna menjaga pemerataan, Bankaltimtara juga menerapkan pembatasan penukaran maksimal satu pak untuk setiap pecahan per orang. Satu pak sendiri berisi 100 lembar uang.
Kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh masyarakat Kukar yang datang bisa tetap kebagian, mengingat tingginya minat terhadap pecahan kecil.
“Supaya merata. Kasihan kalau ada yang sudah datang dari pagi tapi tidak kebagian,” terangnya.
Selain itu, ia juga membeberkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penukaran online melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia, dengan pengambilan di lokasi yang telah ditentukan.
“Bisa juga lewat https://pintar.bi.go.id, nanti masyarakat bisa melakukan registrasi di situs ini. Setelah melakukan pemesanan, nanti ada nomor antri, kemudian bisa ambil uangnya di titik lokasi Bank Indonesia yang diinginkan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Rida juga mengimbau agar masyarakat di Kabupaten Kukar hanya menukarkan uang mereka di lembaga resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun pungutan tidak resmi.
“Kita tidak tahu kualitas atau tipe uang yang beredar itu bagaimana, siapa tahu ada selipan uang palsu, atau mungkin ada pungutan yang tidak resmi. Jadi tukarlah uang di lembaga resmi saja,” tutupnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: BankaltimtaraPenukaran Uang