
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dalam waktu dekat memfungsikan gedung Catheterization Laboratory (Cathlab) guna layanan tindakan medis canggih untuk mendiagnosis dan intervensi non bedah penyakit jantung.
Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau mengatakan, keberadaan ruang Cathlab sangat membantu dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah otak menggunakan kateter melalui metode minimally invasive (minim sayatan).
“Layanan ini meliputi angiografi (pencitraan pembuluh darah), pemasangan ring (stent) jantung, pacu jantung, dan perbaikan katup,” kata Andi pada Niaga.Asia, Jumat (06/03/2026).
RSUD Nunukan telah menyelesaikan pembangunan gedung Cathlab dan melengkapinya dengan peralatan, dan dokter jantung yang kemampuan mengintervensi penyakit pasien. Pasien-pasien stroke dan serangan jantung nantinya bisa langsung ditangani di RSUD Nunukan. Perlengkapan canggih ini setidaknya meringankan biaya pengobatan pasien dengan tidak lagi berobat ke luar daerah.
“Kita sudah siapkan dokter radiologi dan neurologi yang memiliki kemampuan intervensi tindakan. Sekarang kami masih menunggu kedatangan dokter jantung yang sedang mengikuti pelatihan khusus menangani pasien jantung,” kata Andi.
Dengan tersedianya ruang Cathlab, pasien-pasien yang hendak pasang ring atau stent jantung dapat dilayani di RSUD Nunukan dan dokter bisa melakukan pemeriksaan pembuluh jantung pasien.
Tidak hanya layanan pengobatan jantung, RSUD Nunukan tengah menyiapkan gedung Cytotoxic yang difungsikan untuk penanganan medis operasi, kemoterapi, radiologi pasien-pasien-pasien kanker.
“Bangunan gedung Cytotoxic sejalan dengan keinginan pemerintah pusat bahwa rumah sakit daerah dapat melakukan kemoterapi,” ujarnya.
Menurut Andi, upaya RSUD Nunukan menyiapkan pengobatan kemoterapi diharapkan dapat memangkas biaya berobat masyarakat yang selama ini berobat ke rumah sakit di pulau Jawa atau ke Makassar.
Andi menuturkan, masyarakat Nunukan cukup berani mengeluarkan biaya besar dalam hal kesehatan dirinya, bahkan terkadang pasien dari wilayah pedalaman dengan penghasilan besar biasanya membawa rombongan keluarga cukup banyak.
Banyaknya keluarga yang mnunggui pasien, sedikit mengganggu kenyamanan pasien, sehingga perlu kiranya dari pihak rumah sakit menyiapkan ruang paviliun khusus yang mampu menampung banyak orang.
“Dari pada keluarga ini menyewa lagi tempat di luar, ada bagusnya kita siapkan ruang paviliun khusus tersendiri,” bebernya.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan
Tag: Kesehatan