
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kaltim-Kaltara (UID Kaltimra) memberikan sambutan kepada 60 rumah keluarga prasejahtera di Kaltim-Kaltara melalui program Light Up The Dream (LUTD) Ramadan 1447 Hijriah.
“Program ini menjadi wujud kepedulian insan PLN dalam menghadirkan akses listrik yang lebih merata, sekaligus membawa kebahagiaan bagi masyarakat di bulan suci Ramadan,” kata General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, Selasa (10/03/2026).
Pada Ramadan 1447 Hijriah, PLN menyalakan hingga 2.500 rumah keluarga prasejahtera yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Program ini merupakan inisiatif sosial berasal dari donasi sukarela pegawai PLN.
Khusus untuk wilayah Kaltim dilaksanakan secara simbolis di Desa Tengin Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sambungan LUTD ini bagian dari komitmen PLN untuk menghidupkan listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
“PLN ingin berbagi kebahagiaan dengan menghadirkan listrik bagi masyarakat prasejahtera. Kami meyakini bahwa listrik bukan hanya penerang, tetapi juga energi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.
Chaliq menerangkan, sejak diluncurkannya program LUTD, PLN UID Kaltimra telah menghadirkan sambungan listrik bagi 1.162 rumah keluarga prasejahtera yang tersebar di Kaltim dan Kaltara
PLN berharap program LUTD membawa kebahagiaan, kenyamanan, serta keberkahan bagi masyarakat terutama anak-anak dapat belajar lebih nyaman, aktivitas rumah tangga menjadi lebih mudah dan membuka peluang ekonomi
“Semoga kehadiran listrik ini membawa kebahagiaan, kenyamanan, serta keberkahan bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan,” terangnya.
Salah satu warga penerima manfaat program LUTD di Desa Tengin Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Mely mengungkapkan rasa syukur atas bantuan listrik gratis yang diterima keluarganya.
“Alhamdulillah, terima kasih PLN. Akhirnya rumah kami bisa memiliki listrik sendiri berkat sambungan listrik gratis ini,” bebernya.
Sebelum memiliki kilometer PLN, Mely yang hanya mengandalkan penghasilan dari gaji suaminya sebagai buruh harian lepas membayar Rp 100.000 per bulan untuk sambungan listrik ke rumah tetangga.
Ibu rumah tangga ini mengaku tarif biaya listrik 100.000 untuk sambungan listrik di rumah tetangga cukup berat baginya, namun kini bersukur rumahnya telah terpasang listrik bantuan PLN lewat program LUTD.
“Sekarang listrik di rumah sudah resmi tersambung sehingga lebih aman dan pengeluarannya juga lebih pasti,” ujar Mely.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Fadhillah, warga Kelurahan Damai, Kota Balikpapan, Kaltim, yang turut menerima bantuan LUTD Ramadan 1447 Hijriah.
“Terima kasih PLN. Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga PLN selalu diberikan kesuksesan dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fadhillah.
Sumber : PLN UID Kaltimra | Editor : Budi Anshori | Advertorial
Tag: PLN