Gerakan Pangan Murah Serentak di 6 Daerah Kaltim Tekan Kenaikan Harga Bapokting

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor DPTPH Kaltim, Rabu 11 Maret 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Sepekan menjelang Idulfitri 2026, harga berbagai bahan pokok penting (Bapokting) di pasaran mulai merangkak naik.

Merespons itu, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama satu hari, untuk menjaga daya beli dan stabilitas harga yang murah guna membantu masyarakat Kaltim.

Kepala Dinas DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan menerangkan, GPM merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar setiap menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), untuk  memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi pasar.

Pengawasan harga tahun ini lebih ketat karena melibatkan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dibentuk sejak Januari 2026, sebagai amanah langsung dari Badan Pangan Nasional.

Satgas Saber ini secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, hingga ritel modern khususnya di momentum hari besar.

“Gubernur bertindak sebagai ketua pengarah, sementara kami di Dinas Pangan sebagai Sekretaris Pelaksana. Fokus utama kami adalah memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan agar warga Kaltim bisa menjangkau bahan pokok strategis,” kata Fahmi, ditemui di halaman Kantor DPTPH Kaltim, Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Rabu 11 Maret 2026.

Melalui GPM ini, pemerintah memperpendek rantai distribusi dengan mempertemukan langsung petani, peternak, dan pelaku usaha pangan dengan konsumen. Alhasil, harga yang ditawarkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain di tingkat provinsi, Fahmi menyebutkan ada enam kabupaten/kota di Kaltim yang juga menggelar GPM secara serentak selain Samarinda, juga Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Barat.

GPM juga digelar di 6 daerah lainnya di Kaltim. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Menjelang lebaran, komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan dipasaran yakni komoditas cabai. Sementara itu, untuk komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng, harganya relatif lebih terkendali karena adanya intervensi dari Bulog.

“Sehingga melalui GPM ini kita menghadirkan harga yang lebih murah dibandingkan dipasaran. Jadi masyarakat bisa mengakses bahan pangan strategis harga terjangkau,” ucapnya.

Sementara, masyarakat kota Samarinda, Diah 52 tahun mengakui untuk harga di GPM ini lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Bedanya hingga lima ribuan kalau dibanding di pasar. Seperti cabai rawit sekarang hampir Rp80 ribu sekilo, disini sekitar Rp70-an, kemudian bawang merah Rp40 ribu sekilo, di sini Rp35 ribu,” ujar Diah.

Tidak hanya itu, untuk minyak goreng dua liter di pasaran, saat ini menyentuh angka Rp42 ribu.

“Di sini (lokasi GPM), minyak dua liter hanya Rp36 ribu,” demikian Diah.

Perlu diketahui, untuk harga bahan pokok lainnya di GPM ini adalah bawang putih Rp34 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp25 ribu per.kilo, telur omega Rp68 per piring, beras premium 5 kilo Rp77 ribu dan beras SPHP lima kilo Rp60 ribu.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: