SPPG Liang Bunyu Resmi Distribusikan MBG Untuk 876 Pelajar Sebatik Barat

Ketua Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, Dandim 0911 Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, Camat Sebatik Barat, Sawaludin dan pengusaha Sebatik H. Nuwardi meresmikan SPPG MBG Liang Bunyu Sebatik, Kamis (12/3/2026). (Foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

SEBATIK.NIAGA.ASIA – Yayasan Aztrada Garuda Jaya pengelola Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, resmi mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 876 pelajar di wilayah Kecamatan Sebatik Barat, Kamis (12/03/2026).

Pendistribusian MBG Liang Bunyu dihadiri pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is, Camat Sebatik Barat, Sawaludin mewakili Bupati Nunukan, Komandan Kodim (Dandim) 0911 Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo dan sejumlah tokoh masyarakat.

Membacakan sambutan Bupati Nunukan, Sawaludin meminta para guru dan pihak sekolah diminta untuk memonitor pelaksanaan program MBG agar makanan yang dijadikan kepada anak-anak benar-benar layak.

“Tolong ibu dan bapak guru monitor pelaksanaan MBG di sekolahnya, pastikan tiap porsi masakan yang keluar dari dapur memenuhi gizi dan dapat dinikmati sehingga tidak terbuang sia-sia,” kata bupati, Kamis (12/03/2026).

MBG merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto hendaknya tidak hanya sebatas bantuan makanan, namun bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pondasi ketahanan pangan dan kesehatan generasi muda.

Program MBG adalah bentuk nyata perhatian pemerintah untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi, Berdirinya SPPB MBG Liang Bunyu jangan hanya sekedar tempat memasak, tapi pusat pemenuhan gizi yang harus memenuhi standar.

“Atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dinas terkait dan pihak swasta yang telah membangun dapur MBG,” tuturnya.

Pemerintah Nunukan meminta tiap pengelola dapur MBG melibatkan pelaku usaha lokal, petani dan UMKM agar perekonomian daerah ikut tumbuh berkembang sebagaimana tujuan lain dari program MBG di Indonesia.

Dengan diresmikannya MBG di Sebatik Barat, Pemerintah Nunukan berharap tidak ada lagi anak-anak pelajar kekurangan gizi, begitu pula pelaku usaha lokal ikut mendapat imbas positif dari semakin banyaknya pembelian hasil usahanya.

“Kita yakin semakin banyak dapur MBG, maka semakin berkembang pula pelaku usaha lokal karena pemilik dapur pasti memerlukan bahan baku untuk diolah menjadi masakan,” ucapnya.

Sementara itu, Pembinan Yayasan Astrada Garuda Jaya, Ibnu Saud menerangkan, program MBG adalah investasi yang dibangun oleh pemerintah dalam mempersiapkan masa depan regerasi muda yang lebih kuas dan cerdas.

“Menciptakan investasi itu tidak sebatas membangun sarana dan prasana infrastruktur, penguatan gizi dan protesin dari tubuh manusia juga bagian dari invstasi membangun SDM,” bebernya.

Banyak ahli dari dari universitas luar negeri belum lama ini bertemu Presiden Prabowo menyampaikan ingin datang ke Indonesia meneliti sistem pelaksanaan MBG dan dampak yang nantinya dihasilkan dari pemenuhan gizi.

Saud menuturkan, pemberian gizi terhadap anak-anak memiliki efek sangat luar biasa dibanding investasi lain karena hidup di zaman sekarang ini siapa yang paling berkuasa adalah mereka yang memiliki kuasa kemampuan SDM.

“Kira-kira kalau orang kelaparan apakah otaknya bisa cemerlang. Dengan kebodohan kita sulit bersaing dengan negara lain,” bebernya.

Yayasan Aztrada Garuda Jaya pengelola Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, resmi mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 876 pelajar di wilayah Kecamatan Sebatik Barat, Kamis (12/03/2026). (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

Beberapa negara besar di dunia sudah lama menerapkan program pemberian makan bergizi untuk anak-anak, negara-negara ini menyadari bahwa pemenuhan gizi adalah bagian dari upaya memperbaiki kemampuan SDM.

Tumbuh berkembangnya dapur-dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia membawa dampak besar bagi perekonomian rakyat, pelaku usaha pertanian, perikanan dan peternakan ikut berkembang seiring banyaknya kebutuhan dapur MBG.

“Berapa banyak sayur, beras, telur dan daging yang disiapkan, berapa banyak bahan baku dibeli setiap hari untuk memenuhi 60 juta anak Indonesia yang menerima MBG” ungkapnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: