
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Semayang Balikpapan mulai mendapat atensi serius otoritas pelabuhan.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan memastikan seluruh layanan pelayaran penumpang diarahkan menjaga perjalanan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang memilih pulang kampung lewat jalur laut.
Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu menegaskan seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan pelabuhan telah diminta memperkuat koordinasi agar operasional mudik berjalan tanpa gangguan.
Menurutnya, kesiapan bukan hanya menyangkut kapal, tetapi juga pengawasan di terminal penumpang, prosedur naik kapal, hingga pengendalian saat kapal bersandar.
Dia menekankan bahwa setiap penumpang harus memperoleh jaminan perjalanan yang aman sejak keberangkatan hingga tiba di pelabuhan tujuan.
“Prioritas kami memastikan masyarakat yang menggunakan angkutan laut dapat bepergian dengan rasa aman, nyaman, dan sampai ke tujuan dalam keadaan selamat,” katanya, Jumat 13 Maret 2026.
Secara nasional, sektor transportasi laut diperkirakan mengalami pertumbuhan jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini. Kenaikannya diproyeksikan berada di kisaran 6,9 persen dibanding musim mudik sebelumnya.
Meski angka itu lebih rendah dari estimasi awal, peningkatan tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesiapan armada dan kapasitas layanan pelabuhan.
Untuk Balikpapan sendiri, kenaikan jumlah penumpang diperkirakan relatif terbatas. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan operator pelayaran, pertumbuhan penumpang di Pelabuhan Semayang diprediksi sekitar satu persen dibanding tahun lalu.
Menurut Weku, pola mudik tahun ini menunjukkan sebagian masyarakat telah bergerak lebih awal. Selain itu, kepadatan tinggi pada moda transportasi udara juga memberi pengaruh terhadap distribusi penumpang antar moda transportasi.
“Kami melihat penerbangan sudah hampir penuh. Kemungkinan sebagian masyarakat sudah mulai berangkat lebih dulu,” jelasnya.
Walau peningkatan tidak terlalu tajam, pengawasan keselamatan tetap diperketat. KSOP mengingatkan agar penumpang tidak mengabaikan instruksi awak kapal, terutama pada saat kapal akan sandar.
Salah satu kondisi yang kerap menjadi perhatian adalah kebiasaan penumpang berkumpul di satu sisi kapal saat kapal mendekati dermaga karena ingin turun lebih cepat. Situasi semacam itu dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan kapal.
“Saat kapal mulai merapat, sering kali penumpang langsung berdiri dan bergerombol di satu sisi. Ini bisa memengaruhi stabilitas kapal, sehingga kami minta seluruh penumpang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas,” jelasnya.
Selain faktor teknis di atas kapal, unsur cuaca juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan operasional pelayaran. KSOP terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca melalui koordinasi rutin dengan BMKG.
Jika terdapat indikasi gelombang tinggi atau cuaca ekstrem yang membahayakan pelayaran, jadwal keberangkatan kapal dapat ditunda demi keselamatan seluruh penumpang.
“Informasi cuaca terus kami pantau. Bila kondisi tidak aman, kapal tidak akan diberangkatkan sampai situasi benar-benar memungkinkan,” jelasnya.
Berdasarkan proyeksi yang telah dihimpun, puncak arus mudik laut di Balikpapan diperkirakan terjadi pada 17-18 Maret 2026.
Pada periode tersebut, aktivitas terminal penumpang diprediksi meningkat sehingga masyarakat diminta datang lebih awal, menyiapkan dokumen perjalanan, dan tetap disiplin mengikuti aturan keselamatan.
KSOP berharap seluruh proses mudik melalui jalur laut tahun ini dapat berlangsung lancar, dengan dukungan kesadaran penumpang untuk menjaga ketertiban selama perjalanan hingga tiba di kampung halaman dengan selamat.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: Angkutan Lebaran