
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mempercepat pergantian Direktur Utama Bankaltimtara (PT BPD Kaltim-Kaltara) Muhammad Yamin. Proses pergantian atau Yamin dikabarkan sudah selesai di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dua nama hasil seleksi telah dilaporkan OJK ke gubernur, masing-masing Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Tapi dalam RUPS Bankaltimtara Tahun Buku 2025 yang berlangsung di di Harum Resort Balikpapan, Kamis (05/3/2026), belum semua pemegang saham, mengabulkan keinginan Rudy Mas’ud sebagai pemegang saham mayoritas, menetapkan Dirut Bankaltimtara yang baru.
“Dalam RUPS, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang minta penetapan dirut baru dilaksanakan seusai Idulfitri,” ungkap salah seorang pemegang saham yang hadir di RUPS pada Niaga.Asia, Sabtu (14/3/2026).
Sumber Niaga.Asia yang posisi pemerintahannya sebagai pemegang saham minoritas mengatakan, dalam RUPS tersebut, gubernur Kaltim sebagai owner pemegang saham mayoritas tidak menjelaskan latar belakang mengapa Yamin harus diganti.
“Banyak kepala daerah yang mewakili pemegang saham minoritas bertanya-tanya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara saat ini Muhammad Yamin, menjabat periode kedua untuk 2024–2028. Ia resmi memimpin sebagai Dirut definitif sejak 2020 (sebelumnya Plt) dan dikukuhkan kembali melalui RUPS Lainnya pada 5 April 2024. Sisa masa jabatannya masih cukup panjang, yakni masih sekitar 2 tahun lagi.

Pemegang saham PT BPD Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) mayoritas adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yakni 64,51%, sisanya 35,49% terbagi antara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, serta seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Kaltara dan Kaltim.
Berdasarkan penelusuran Niaga.Asia, Amri Mauraga pernah menjabat sebagai Dirut Bank Sulselbar dan mengundurkan diri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 21 Februari 2022. Amrin Mauraga menjabat sebagai Dirut Bank Sulselbar sejak Desember 2020. Dia menggantikan Andi Muhammad Rahmat yang saat itu pemberhentiannya cukup kontroversial, karena diberhentikan saat belum habis masa tugasnya.
Detikcom melaporkan, Amri juga pernah dihadirkan sebagai saksi pada sidang korupsi infrastruktur yang melibatkan eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, pada Kamis 5 Agustus 2021.
Saat itu, Amri Mauraga selaku direktur Bank Sulselbar pernah memberikan dana CSR ke pembangunan Masjid milik NA di Kawasan Pucak Maros, sebesar Rp400 juta.
“Pemberian dana CSR sebesar Rp400 juta untuk pembangunan masjid di Kawasan Pucak Maros sesuai dengan prosedur,” ujar Amri Mauraga di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
Ia mengatakan, sebelum pemberian bantuan CSR ke masjid di Kawasan Pucak Kabupaten Maros itu, telah dibentuk surat keputusan (SK) direksi yang menunjuk suatu tim atau komite melakukan verifikasi.
Amri mengungkapkan, pada November 2020 di rumah jabatan (Rujab) gubernur Sulsel, dirinya sempat berbincang beberapa hal, termasuk kemungkinan apakah dana CSR Bank Sulselbar bisa dialokasikan untuk membantu pembangunan masjid.
Sementara Romy Wijayanto pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI. Tahun tahun 2023, Romy mendapatkan berbagai penghargaan sebagai Best CFO, diantaranya sebagai Best Performance CFO 2023 in Consistency or Realizing Profit Growth Category Regional Bank dari Warta Ekonomi Group pada ajang Warta Ekonomi Indonesia Best CFO Awards. Kemudian tahun 2024 meraih penghargaan sebagai Best Performance Chief Financial Officer in Strategy Roadmap Implementation to Reach Sustainable Financial Performance Goals, dari Warta Ekonomi Group.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Bankaltimtara