Ongkos Lebih Murah, Kapal Laut Jadi Pilihan Pemudik di Pelabuhan Samarinda

Penumpang yang datang di Pelabuhan Penumpang Samarinda, Minggu 15 Maret 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Situasi arus mudik di Pelabuhan Samarinda terpantau padat lima hari jelang Lebaran Idulfitri, Minggu 15 Maret 2026. Pemudik ke Parepare memilih transportasi laut sebagai alternatif utama dikarenakan mahalnya harga tiket pesawat.

Berdasarkan pantauan niaga.asia, sejak pagi hari pukul 09.00 Wita, antrean penumpang tampak mengular di area dermaga. Para pemudik yang didominasi oleh perantau asal Sulawesi Selatan itu membawa barang bawaan besar, mulai dari koper hingga kardus-kardus berisi buah tangan untuk keluarga di kampung halaman.

Hari ini terdapat tiga kapal penumpang yang melayani keberangkatan dan kedatangan di Pelabuhan Samarinda ini.

Dua kapal kedatangan di Pelabuhan Penumpang Samarinda dari Parepare dan Palu yakni Sabuk Nusantara 89 dan Queen Soya. Sedangkan satu kapal Prince Soya yang berangkat dari Samarinda ke Parepare.

Salah seorang pemudik tujuan Makasar melalui Parepare, Mujahid, 29 tahun, tahun ini baru pertama kali merasakan sensasi mudik menggunakan kapal laut setelah setahun merantau di Samarinda. Baginya, kapal laut adalah penyelamat anggaran di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Mujahid. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Saya asal Makassar, bekerja di sini (Samarinda). Ini mudik pertama saya sejak merantau. Memang sengaja pilih kapal karena kalau lihat harga tiket pesawat sekarang, jujur saja sudah tidak masuk akal,” kata Mujahid ditemui niaga.asia.

Tingginya minat masyarakat menggunakan jasa transportasi laut ini bukan tanpa alasan. Mujahid membeberkan bahwa selisih harga antara tiket pesawat dan kapal sangat jauh.

Untuk perjalanan dari Samarida menuju Parepare yang kemudian dilanjutkan ke Makassar menggunakan transportasi darat, dia hanya perlu merogoh kocek ratusan ribu rupiah.

“Tarif kapal itu sekitar Rp 600 ribu sudah full fasilitas. Jauh sekali kalau dibanding pesawat yang bisa jutaan rupiah sekali jalan saat musim lebaran seperti ini,” kata Mujahid

Tak hanya arud keberangkatan, Pelabuhan Samarinda yang berada di Jalan Yos Sudarso itu juga mulai dipadati penumpang yang tiba dari Sulawesi Selatan.

Alimin. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Alimin, 52 tahun, penumpang asal Bone Sulawesi Selatan mengatakan dia sengaja menyeberangi lautan demi merayakan Idulfitri di Kaltim bersama keluarganya, sekaligus menyempatkan diri berziarah mendatangi makan keluarganya.

“Dari pelabuhan Parepare berangkat mulai jam 2 siang dan sampai di sini jam 10.30 pagi,” jelasnya.

Untuk harga tiket sendiri dari Parepare ke Samarinda Rp770 ribu.

“Sudah lama tidak mudik ke Samarinda. Tidak setiap tahun ke sini tapi ini bukan kali pertama, sebelum-sebelumnya juga pernah (ke Samarinda),” demikian Alimin.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: