
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kalimantan Timur (Kaltkm) memproyeksikan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok sebesar 3-5 persen menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Ketersediaan stok dijamin aman mencukupi permintaan kebutuhan masyarakat.
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim Heni Purwaningsih menerangkan, kenaikan harga bahan pangan pokok saat ini masih berada dalam batas yang wajar. Berdasarkan pantauan di lapangan, grafik kenaikan harga selama bulan Ramadan ini tercatat berkisar antara 3 hingga 5 persen dari harga normal.
“Setiap tahun selalu seperti itu ada kenaikan namun tidak signifikan, kenaikan sejauh ini masih relatif (terjangkau),” kata Heni, ditemui Gedung B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin 16 Maret 2026.
Saat ini harga bahan pokok yang mengalami kenaikan meliputi daging sapi, cabai dan bawang merah.
Heni menjelaskan, faktor pemicu kenaikan harga tersebut adalah tingginya ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah. Saat ini, sekitar 70-80 persen kebutuhan bahan pokok di Kaltim masih disuplai oleh provinsi lain.
Untuk pasokan daging sapi, Kaltim saat ini mengandalkan suplai dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu, komoditas cabai didatangkan dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Pulau Jawa.
“Namun secara keseluruhan stok kita aman, artinya tidak ada kendala distribusi dan hambatan apapun yang menyebabkan berpengaruh pada stok, stok kita aman sampai nanti IdulFitri,” terangnya.
Sebagai upaya menekan ketergantungan impor pangan, Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini tengah menggencarkan program kemandirian pangan.
Di sektor peternakan, pemerintah tengah menjalankan program Desa Korporasi Ternak. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani peternak melalui edukasi budidaya yang tepat, guna menghasilkan hasil produksi yang lebih maksimal.
“Kemudian cabai, saat ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim telah mengadakan program gerakan menanam cabai di pekarangan rumah bagi masyarakat serta pembinaan intensif pada lahan-lahan pertanian produktif di seluruh kabupaten/kota,” demikian Heni Purwaningsih.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: BapoktikKaltimPangan