
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Harga ikan laut di Pasar Mangkurawang, jalan Ahmad Dahlan, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berangsur turun setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan signifikan pada awal bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Penurunan harga ini memberi angin segar bagi pedagang dan para pembeli, meskipun dampaknya terhadap tingkat penjualan belum sepenuhnya pulih.
Salmiah (45), pedagang ikan laut yang telah berjualan hampir 20 tahun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi tepat pada awal puasa. Saat itu, harga ikan dari pemasok mencapai Rp50.000 per kilogram.
“Waktu pertama puasa itu harga ikan mahal, sampai Rp50.000 dari pemasok, kita jualnya Rp55.000. Pembeli kaget, jadi penjualan langsung sepi,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak konsumen beralih ke komoditas lain yang lebih murah, seperti ayam.
“Kalau harga ikan mahal, orang pasti lari ke ayam. Kecuali memang yang sudah biasa makan ikan,” jelasnya.
Namun dalam tiga hari terakhir, harga ikan laut mulai mengalami penurunan. Saat ini, harga dari pemasok berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, atau turun sekitar Rp10.000 dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang sudah turun, alhamdulillah. Lumayan selisihnya Rp10.000, jadi lebih terjangkau,” terangnya.
Dengan harga tersebut, pedagang menjual ikan kepada konsumen sekitar Rp45.000 per kilogram. Salmiah menyebut keuntungan yang diambil relatif tipis, yakni sekitar Rp5.000 per kilogram, agar tetap bersaing di pasaran.
“Kita tidak bisa ambil untung besar. Kalau terlalu mahal, pembeli tidak mau,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa jenis ikan yang dijual merupakan ikan laut yang didatangkan dari Kota Samarinda, seperti ikan layang, tongkol, bandeng, gembung, hingga cumi-cumi. Dari berbagai jenis tersebut, ikan layang menjadi yang paling diminati oleh masyarakat.
“Ikan layang paling favorit orang Tenggarong,” tuturnya.
Meski harga sudah kembali ke kondisi yang lebih stabil, Salmiah mengakui bahwa jumlah pembeli sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Selama Ramadan, aktivitas pasar cenderung lebih sepi dibandingkan hari-hari biasa.
Saat harga masih tinggi, penjualan ikan hanya berkisar 25 kilogram per hari. Setelah harga turun, jumlah itu sedikit meningkat menjadi sekitar 30 kilogram per hari, meskipun masih jauh dari kondisi normal di luar Ramadan.
“Sekarang ada peningkatan sedikit, tapi belum ramai seperti biasanya,” ungkapnya.
Selain faktor harga, Salmiah menilai kondisi pasar turut berperan besar terhadap tingkat penjualan. Ia membandingkan situasi saat masih berjualan di Pasar Tangga Arung dengan kondisi di Pasar Mangkurawang saat ini.
Sebelum relokasi, penjualan ikan di Pasar Tangga Arung bisa mencapai hingga 100 kilogram per hari. Namun setelah berpindah ke Pasar Mangkurawang, jumlah tersebut menurun cukup signifikan.
“Kalau di Tangga Arung dulu bisa sampai 100 kilo. Kalau di sini tidak bisa, karena pasar ini jauh,” tegasnya.
Lokasi pasar yang dinilai kurang strategis membuat jumlah pengunjung tidak seramai sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mengikuti kebijakan dari pemerintah yang memusatkan aktivitas pasar basah di lokasi tersebut.
“Sekarang kita menetap di sini, ikut saja kebijakan yang ada,” katanya.

Di sisi lain, pola belanja masyarakat selama Ramadan juga ikut memengaruhi penjualan. Ia mengatakan bahwa aktivitas pasar cenderung meningkat hanya pada saat akhir pekan saja, Sabtu-Minggu, sementara di hari kerja relatif sepi.
Tak hanya itu, ia juga menilai bahwa stabilitas harga menjadi kunci penting untuk menjaga minat beli masyarakat. Kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba, seperti di awal bulan Ramadan, terbukti membuat konsumen menahan diri untuk berbelanja.
“Kalau harga naik mendadak, pembeli pasti kaget dan jadi berkurang,” lanjutnya.
Dengan kondisi harga yang kini mulai kembali normal, Salmiah berharap aktivitas di Pasar Mangkurawang dapat berangsur pulih dan jumlah pembeli meningkat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Harapannya harga tetap stabil, jangan naik lagi, supaya pembeli nyaman dan pasar bisa lebih ramai,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: ikan laut