Bandara SAMS Layani 56 Ribu Penumpang, Arus Keluar Balikpapan Masih Mendominasi

Arus mudik melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan terus meningkat menjelang Lebaran 2026. (HO-SAMS Sepinggan)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pergerakan penumpang udara menjelang Lebaran melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan terus menunjukkan peningkatan, dengan arus keberangkatan dari Balikpapan mendominasi dibandingkan kedatangan.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026, jumlah pengguna jasa penerbangan tercatat telah mencapai puluhan ribu orang.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menyebutkan, rata-rata pergerakan penumpang setiap hari berada di kisaran 18 ribu hingga 19 ribu orang, dilayani sekitar 15 penerbangan reguler yang beroperasi setiap hari.

Hingga pertengahan masa pengamanan Lebaran, total penumpang yang telah dilayani mencapai sekitar 56 ribu orang.

Menurutnya, jika tren tersebut terus berlangsung, jumlah penumpang selama periode mudik tahun ini diperkirakan melampaui 300 ribu orang atau meningkat sekitar dua persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan perjalanan, maskapai juga telah menambah 56 penerbangan ekstra yang melayani rute keberangkatan maupun kedatangan.

“Selama periode Operasi Ketupat ini, bandara sudah melayani 56 ribu penumpang,” kata Endar, Selasa 17 Maret 2026.

Dijelaskan, saat ini kursi penerbangan tujuan luar Balikpapan relatif padat karena tingginya minat masyarakat untuk mudik lebih awal. Setelah Lebaran usai nanti, pola pergerakan diperkirakan berubah dengan meningkatnya arus kedatangan ke Balikpapan.

Selain lonjakan mobilitas, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian dalam pengamanan arus mudik.

Hujan deras yang terjadi mendadak dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, pengalihan rute, bahkan ada pesawat yang harus kembali ke bandara asal.

Menurut Endar, kondisi cuaca ekstrem merupakan tantangan utama karena berada di luar kendali petugas di lapangan, namun tetap menjadi bagian penting dalam pengawasan selama masa mudik berlangsung.

“Ini menjadi perhatian kami karena faktor alam memang tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Semoga seluruh perjalanan tetap aman dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Di sisi lain, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Timur hingga kini dinilai tetap stabil. Belum ditemukan kejadian menonjol selama masa pengamanan berlangsung, dengan dominasi laporan hanya pada kasus-kasus ringan.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: