Berkah Idulfitri, Omzet Penjualan Pakaian Jadi di Pasar Pagi Samarinda Naik 60 Persen

Jufriansyah – pemilik Toko Pakaian Wanita Akbar Collection. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Aktivitas belanja masyarakat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami lonjakan signifikan menjelang Idulfitri 2026. Salah satunya yang terlihat di Pasar Pagi Samarinda.

Sejak awal Ramadan hingga tiga hari jelang Lebaran ini, kawasan pusat perbelanjaan yang baru beroperasi itu terpantau dipadati pengunjung yang berburu pakaian baru dan kebutuhan lebaran lainnya.

Pantauan niaga.asia di lokasi pada Selasa 17 Maret 2026, arus kunjungan pembeli terpantau sangat tinggi. Sejak siang hingga menjelang sore, pengunjung terlihat hilir mudik berdatangan memadati lorong-lorong pasar.

Jufriansyah, pemilik toko pakaian wanita Akbar Collection mengatakan, jenis pakaian yang paling banyak dicari warga adalah dress bermotif.

“Kita di sini jual pakaian dress motif brand fashion Arnis dan yang biasa tanpa brand. Saya punya dua toko, satu di Mal Mesra Indah dan satu di lantai tiga Pasar Pagi ini. Alhamdulillah dua-duanya ramai masyarakat yang belanja,” kata Jufriansyah, kepada niaga.asia.

Koleksi pakaian wanita di Toko Akbar Collection. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Harga pakaian dress wanita di Akbar Collection sendiri bervariasi. Pakaian dengan brand fashion Arnis dibanderol kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per lembar. Sedangkan dress wanita tampan brand dibanderol Rp185 ribu-Rp350 ribu per lembar.

Jufriansyah mengakui bahwa omzet penjualannya melonjak tajam hingga 60 persen, karena daya beli masyarakat yang tinggi menjelang Idulfitri. Menurutnya, keramaian ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal puasa.

Dia sendiri sempat terkejut dengan antusiasme pembeli. Pasalnya, sebagai pedagang di lokasi di mana geliat jual beli baru aktif kembali pasca direvitalisasi, dia awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi karena merasa pembeli masih dalam tahap adaptasi.

“Tapi, Alhamdulillah kaget juga, antusiasme pembeli tinggi. Masyarakat katanya tertarik sama bangunannya yang megah. Yang awalnya kumuh jadi bagus, jadi pada berkunjung dan transaksi meningkat,” ujar Jufriansyah.

Masyarakat Samarinda tampak ramai berbelanja pakaian jadi di Pasar Pagi Samarinda (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Mendekati Idulfitri ini menjadi situasi yang sangat menguntungkan bagi para pedagang. Jika dibandingkan dengan saat dia berjualan di Pasar Pagi yang lama, perbedaan penjualan di Pasar Pagi baru ini, omzet justru meningkat.

“Kalau secara keseluruhan sejak kembali berdagang di bangunan baru Pasar Pagi ini omzet itu naik sekitar 40 hingga 50 persen selama perpindahan ke bangunan baru ini, dibandingkan saat berdagang di pasar pagi lama,” jelasnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi di pusat belanja lain seperti Mesra. Jufriansyah bercerita dua tahun lalu, sebelum Pasar Pagi baru beroperasi, kunjungan ke toko pakaiannya di tokonya yang berlokasi di Mal Mesra Indah sangat ramai, terutama dua minggu menjelang lebaran.

“Sekarang dengan adanya Pasar Pagi (baru) ini, masyarakat lebih ke sini. Di sana (toko Akbar Collection di Mesra) saat ini menurun sekitar 50 persen, karena pembeli terbagi ke Pasar Pagi,” demikian Jufriansyah

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: