Bahan Pangan yang Diperdagangkan di Nunukan Aman dan Sehat

Pengawas mutu hasil pertanian DKPP dan Dinas Kelautan Nunukan mengambil sampel sejumlah bahan pangan dari tumbuhan dan hewan di pasar Yamaker Nunukan, Selasa (17/3/2026). (Foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Hasil pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan bersama Dinas Perikanan Nunukan pangan yang diperdagangkan di pasar Yamaker dan Inhutani Nunukan, aman dari cemaran fisik, biologi maupun cemaran kimia, dan memenuhi standar kesehatan untuk di konsumsi baik.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tumbuhan dan hewan yang diperdagangkan sehat dan layak dikonsumsi masyarakat,” kata Pengawas Mutu Hasil Pertanian DKPP Nunukan, Eka Retna Ambarwati, Selasa (17/03/2026).

Eka menerangkan, masyarakat berhak memperoleh tumbuhan dan hewan segar dan pemerintah berkewajiban memberikan kepastian ke masyarakat apa-apa yang dikonsumsinya sehat.

“Konsumsi masyarakat terhadap tumbuhan seperti sayuran, ikan maupun daging ayam, telur di bulan Ramadan menjelang lebaran pasti meningkat, kita harus pastikan barang-barang itu sehat,” kata Eka.

Komoditas tumbuhan yang diambil untuk diperiksa antara lain kangkung, bayam, sawi, kacang panjang, cabai keriting, cabai hijau, cangkok manis, serta daun seledri,  Sedangkan pada pangan segar asal hewan meliputi ikan roma, ikan layang, dan cumi-cumi.

Setelah pengambilan sampel, tim langsung melakukan pengujian menggunakan alat uji pesticide test kit guna mendeteksi residu pestisida pada sayuran, serta formalin test kit untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan formalin terhadap produk pangan.

“Sampel-sampel langsung melakukan pengujian ditempat menggunakan alat uji yang hasilnya tidak ditemukan kandung zat berbahaya,” tuturnya.

Selain melakukan pengujian, petugas juga memberikan edukasi kepada pengelola pasar serta pelaku usaha terkait pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk pangan yang dijual kepada konsumen.

“Kami berharap segala bentuk pangan yang beredar di Kabupaten Nunukan aman tanpa cemaran kimia berbahaya,” tutupnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: