Saat Lebaran, Sampah di Tenggarong Berpotensi Tembus 100 Ton per Hari

Tumpukan sampah terlihat di kawasan Loa Ipuh, Tenggarong. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memprediksi terjadi lonjakan volume sampah lebih dari 10 persen selama momen Idulfitri. Peningkatan ini dipicu tingginya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama dari sampah rumah tangga saat perayaan Lebaran.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan bahwa secara normal produksi sampah per orang berkisar 0,4 hingga 0,5 kilogram per hari. Namun saat Lebaran, jumlah ini dipastikan meningkat seiring tradisi masyarakat yang cenderung lebih konsumtif.

“Kalau kondisi normal, rata-rata sampah per jiwa sekitar setengah kilo. Tapi saat Lebaran, dengan aktivitas konsumsi yang meningkat, bisa naik lebih dari 10 persen,” ujarnya kepada Niaga.Asia usai menyerahkan bingkisan hari raya kepada Pasukan Merah Putih di Kantor eks KPP, depan Kantor BPBD Kukar, Kamis (19/3/2026).

Khusus di wilayah Tenggarong kata Slamet, volume sampah bahkan kerap mencapai 70 hingga 100 ton per hari pada kondisi biasa. Angka ini berpotensi kembali meningkat selama perayaan Idulfitri.

Menurutnya, jenis sampah yang mendominasi saat Lebaran adalah sampah domestik atau rumah tangga. Hal tersebut tidak lepas dari tradisi masyarakat yang memasak berbagai hidangan khas, seperti lontong dan makanan lainnya, yang tidak selalu dibuat di hari-hari biasa.

“Namanya Lebaran, pasti ada kebiasaan memasak lebih banyak. Itu yang membuat sampah rumah tangga meningkat,” jelasnya.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLHK Kukar sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Petugas kebersihan akan bekerja ekstra, terutama pada malam takbiran dan setelah hari raya, dengan menambah ritase pengangkutan sampah.

“Biasanya satu kali keliling aja kan, nanti bisa ditambah. Bahkan setelah Lebaran, penyisiran akan lebih dimaksimalkan agar sampah tidak menumpuk,” terangnya.

Meski demikian, DLHK tetap memberikan kebijakan khusus bagi petugas kebersihan agar dapat merayakan Lebaran. Tahun ini, mereka diberikan waktu libur lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, yakni sekitar satu hingga dua hari.

“Biasanya hanya libur satu hari saat hari H. Sekarang kita coba beri kelonggaran, meski hari kedua sore sudah mulai penanganan sampah,” katanya.

DLHK juga mengeluarkan surat edaran dengan nomor: B-3/DLHK/600.4.15/03/2026, yang mengimbau masyarakat untuk bisa menahan diri membuang sampah sementara selama satu hingga dua hari Lebaran. Warga diminta kembali membuang sampah secara normal mulai hari ketiga, pada pukul 18.00 – 06.00 WITA.

“Kami harap masyarakat bisa memahami. Petugas kebersihan juga ingin merayakan Lebaran bersama keluarganya,” harapnya.

Petugas Kebersihan Merah Putih, Aliyah (46). (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Sementara itu, salah satu petugas kebersihan, Aliyah (46), mengaku kebijakan libur lebih panjang ini menjadi hal baru baginya setelah puluhan tahun bekerja. Ia telah mengabdi sebagai petugas kebersihan sejak 2005.

“Kalau dulu biasanya cuma libur satu hari. Baru tahun ini ada tambahan. Tapi kami tetap siap bekerja setelah itu,” tegasnya.

Meski mengaku bersyukur, Aliyah berharap ke depan ada perhatian yang lebih lagi bagi para petugas kebersihan. Namun demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan tugasnya demi menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang penting kerjaan kami lancar saja. Kami siap jalankan tugas,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: