
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) melaporkan, pada bulan Maret 2025, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk Kaltim untuk konsumsi baik makanan maupun bukan makanan sebesar Rp2.117.353 atau naik 3,65 persen dibandingkan Maret 2024.
“Terjadi peningkatan sebesar 3,65 persen dibandingkan kondisi Maret 2024,” kata BPS Kaltim dalam Statistik Pengeluaran Provinsi Kalimantan Timur 2025 Volume 10, 2025 yang dilounching Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, 25 Maret 2026.
Dari rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk Kaltim untuk konsumsi sebesar Rp2.117.353 tersebut, pengeluaran untuk kelompok bukan makanan sebesar 54,84 persen, sedangkan untuk pengeluaran kelompok makanan 45,16 persen.
Menurut BPS Kaltim, Statistik Pengeluaran Provinsi Kalimantan Timur 2025 merupakan publikasi yang memuat data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khususnya terkait dengan pengeluaran penduduk. Data dalam publikasi ini merupakan hasil pengumpulan data Susenas pada bulan Maret tahun 2025 yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner Konsumsi dan Pengeluaran (Daftar VSEN2025.KP).

Publikasi ini menyajikan informasi mengenai pengeluaran dan konsumsi per kapita penduduk yang dirinci menurut sub kelompok makanan dan bukan makanan serta menyajikan pola konsumsi penduduk. Cakupan data yang disajikan adalah hingga level kabupaten/kota. Dengan terbitnya buku ini diharapkan sebagian besar kebutuhan data terkait pengeluaran penduduk dapat terpenuhi.
Pengumpulan data dari rumah tangga terpilih dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung antara petugas pencacah dengan responden. Pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada individu diusahakan agar individu bersangkutan yang diwawancarai.
Keterangan rumah tangga dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala rumah tangga, suami/istri kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga yang mengetahui karakteristik yang ditanyakan. Jumlah sampel dalam pendataan Susenas Maret 2025 di Provinsi Kalimantan Timur adalah sebanyak 6.550 sampel rumah tangga.

BPS Kaltim menerangkan, jika dilihat menurut Kabupaten/Kota terdapat 4 kabupaten/kota memiliki rata-rata pengeluaran yang berada di atas angka Provinsi, dan 6 lainnya berada di bawah angka rata-rata provinsi.
“Kabupaten/kota dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi adalah Kota Bontang, yaitu sebesar Rp2.659.692 sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Paser sebesar Rp1.708.583,” paparnya.
Pola pengeluaran penduduk kota dan desa
BPS Kaltim juga menginformasikan, berdasarkan disagregasi daerah tempat tinggal, yaitu perkotaan dan perdesaan terlihat perbedaan pola pengeluaran. Pada daerah perkotaan, pengeluaran penduduk lebih banyak untuk konsumsi bukan makanan.
Sebaliknya, di perdesaan, masyarakat lebih banyak menghabiskan pendapatan mereka untuk konsumsi makanan, walaupun perbedaannya tidak terlalu besar dengan konsumsi bukan makanan. Hal ini sejalan dengan kondisi umum masyarakat, dimana daerah perkotaan lebih banyak pilihan dalam menghabiskan pendapatannya untuk konsumsi bukan makanan seperti tersedianya tempat wisata, sarana hiburan dan kemudahan akses terhadap jasa pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Rata-rata pengeluaran penduduk Kalimantan Timur di daerahperkotaan lebih besar dibandingkan penduduk di daerah perdesaan. Pada tahun 2025, dalam sebulan setiap penduduk di daerah perkotaan mengeluarkan rata-rata sebesar Rp2.243.976 per bulan untuk konsumsi makanan dan bukan makanan. Sedangkan penduduk di perdesaan rata-rata mengeluarkan sebesar Rp1.826.286 per bulan.
Apabila dirinci berdasarkan sub kelompok makanan dan bukan makanan, secara umum di Provinsi Kalimantan Timur rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di daerah perkotaan untuk makanan sebesar Rp965.884 sedangkan untuk pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1.278.092.

Pada daerah perdesaan di Provinsi Kalimantan Timur, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan maupun bukan makanan tidak jauh berbeda, yaitu Rp933.746 berbanding Rp892.540.
Struktur pengeluaran per kapita sebulan antara penduduk perkotaan dan perdesaan memiliki perbedaan. Pada daerah perkotaan pengeluaran penduduk lebih besar digunakan untuk sub kelompok bukan makanan dibandingkan dengan sub kelompok makanan sedangkan pada daerah pedesaan pengeluaran penduduk lebih besar digunakan untuk sub kelompok makanan dibandingkan dengan sub kelompok bukan makanan.
“Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan tingkat kesejahteraan antara penduduk di perkotaan dan di perdesaan, dimana secara ekonomi penduduk perkotaan relatif lebih sejahtera dibandingkan penduduk perdesaan,” BPS Kaltim menerangkan.
Penduduk di perkotaan memiliki proporsi pengeluaran per kapita bukan makanan dibanding makanan masing-masing sebesar 43,04 persen dan 56,96 persen. Pengeluaran per kapita sebulan penduduk perdesaan untuk kelompok bukan makanan yaitu 48,87 persen dan untuk kelompok makanan 51,13 persen.
Persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kelompok makanan dan bukan makanan per kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, persentase pengeluaran untuk konsumsi makanan sebesar 45,16 persen dan bukan makanan sebesar 54,84 persen.
Apabila dilihat berdasarkan kabupaten/kota, terdapat 3 kabupaten yang persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanannya lebih besar dibandingkan dengan bukan makanan, yaitu Kabupaten Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

Sedangkan 7 kabupaten/kota sisanya memiliki persentase pengeluaran untuk komoditas makanan yang lebih kecil dibandingkan bukan makanan. Pada tingkat kabupaten/kota terdapat variasi komposisi pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. Persentase pengeluaran yang terendah untuk makanan terdapat di Kota Bontang yaitu 39,19 persen sedangkan yang tertinggi terdapat di Kabupaten Mahakam Ulu yaitu 54,48 persen.
“Hal ini berarti bahwa tingkat konsumsi makanan penduduk Kabupaten Mahakam Ulu lebih tinggi dari kabupaten/kota lainnya.”
Jika dikaitkan dengan teori Engel, maka dapat dikatakan kesejahteraan penduduk Kabupaten Mahakam Ulu lebih rendah dibanding penduduk Kota Bontang dilihat dari persentase pengeluaran per kapitanya.
Kabupaten/kota dengan pengeluaran rata-rata per kapita per bulan tertinggi adalah Kota Bontang sebesar Rp2.659.692 sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Paser sebesar Rp1.708.583. Selebihnya, kabupaten/kota lainnya sudah memiliki rata-rata pengeluaran perkapita sebulan di atas 1,7 juta rupiah.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Ekonomi