Pemkab Nunukan Terima Dividen Perumda Tirta Taka Rp 2,6 Miliar, Naik 200 Persen

Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama Direktur Tirta Taka Nunukan Arpiansyah memperlihatkan penyerahan secara simbolis laba atau dividen tahun buku 2025 (Budi Anshori/niaga.asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten Nunukan menerima penyerahan dividen dalam bentuk uang dari hasil pengelolaan usaha Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taka Nunukan periode tahun buku 2025 sebesar Rp 2.641.215.962.

Penyerahan dividen yang berlangsung di ruang kerja Bupati Nunukan Irwan Sabri, turut dihadiri Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Pejabat Sekretaris Daerah Nunukan R. Iwan Kurniawan, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Nunukan Rohadiansyah, Wakil DPRD Nunukan Arpiah, serta Direktur Perumda Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah.

“Dividen Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan adalah pendapatan asli daerah yang terus menerus setiap tahun diterima pemerintah Nunukan, sebagai bagian pemilik saham,” kata Irwan kepada niaga.asia, Jumat 27 Maret 2026.

Penyerahan dividen merupakan indikator dalam mengukur kinerja perusahaan, sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi Perumda dalam berkontribusi meningkatkan PAD yang selanjutnya diperuntukan bagi kebutuhan masyarakat.

Pemkab Nunukan secara khusus memberikan apresiasi atas capaian Perumda Tirta Taka Nunukan, yang mampu meningkatkan pendapatan sangat signifikan, di mana tahun 2024 dividen yang diserahkan berkisar Rp 958 juta.

“Penerimaan dividen tahun buku 2025 yang diserahkan tahun 2026 sebesar Rp 2,6 miliar atau naik sekitar 200 persen lebih,” ujar Irwan.

Capaian kenaikan laba Perumda ini tentunya ditunjang oleh ketersedian bahan baku air yang lebih memadai sepanjang tahun 2025. Hal itu juga menjadi bahan perbaikan kinerja pelayanan sepanjang tahun 2021-2025.

Irwan menerangkan, dia mencermati perkembangan kinerja Perumda Tirta Taka dalam 5 tahun terakhir, di mana tahun buku 2021 Perumda mendapatkan laba bersih Rp 560 juta yang diserahkan kepada pemerintah daerah tahun 2022.

“Laba tahun buku 2022 diserahkan tahun 2023 senilai Rp 910 juta, laba tahun 2023 diserahkan 2024 sebesar Rp 1,26 miliar dan laba tahun 2024 diserahkan tahun 2025 sebanyak Rp 958 juta,” rincinya.

Lompatan kinerja yang diperlihatkan Perumda Tirta Taka menjadi indikator bahwa terjadi penguatan tata kelola pembenahan manajemen, serta dukungan kebijakan daerah berjalan pada arah yang tepat.

Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Perumda dan Pemkab Nunukan, tetapi menjadi motivasi untuk terus peningkatan kinerja dan memperluas pelayanan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini tentu harus kita jaga dan tingkatkan melalui langkah-langkah konkret yang berkelanjutan,” terang Irwan.

Irwan juga meminta kepada seluruh jajaran Perumda Tirta Taka Nunukan untuk semakin memperkuat tata kelola perusahaan dengan memaksimalkan pengawasan terhadap gudang bahan baku, perbaikan pipanisasi bocor dan manajemen air baku terpadu.

“Pemerintah akan terus mendukung perbaikan kinerja Perumda Tirta Taka lewat pemeliharaan embung, salah satunya melalui normalisasi endapan agar kapasitas tetap optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah menerangkan, meningkatnya pendapatan laba dan dividen yang diserahkan tahun 2026 dipengaruhi oleh musim kemarau yang tidak terlalu panjang di tahun 2025.

“Pendapatan dan pengeluaran tahun 2025 terbilang normal, dikarenakan biaya produksi cukup rendah yang dipengaruhi oleh lancarnya produksi air bersih ke pelanggan,” katanya.

Berbeda tahun 2024, pendapatan laba mengalami penurunan dari tahun 2023 sebesar Rp 1,26 miliar turun di tahun 2024 menjadi Rp 958 juta, yang disebabkan akibat kemarau panjang sekitar 6 bulan.

“Laba Perumda Tirta Taka sangat dipengaruhi oleh cuaca. Ketika musim kemarau, suplai air ke pelanggan pasti lebih sedikit karena stok air bersih minim,” demikian Arpiansyah.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi

Tag: