Abraham Ingan Pertanyakan Urgensi Tim Ahli Sampai 43 Orang

Abraham Ingan. (Foto Dok Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tokoh Ormas GEPAK (Gerakan Pemuda Asli Kalimantan) sekaligus Advokat, Abraham Ingan mempertanyakan urgensi Tim Ahli Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud yang jumlahnya sampai 43 dan dapat 4 orang staf pendukung.

“Saya rasa terlalu berlebihan, tak mencerminkan adanya efisiensi, karena APBD yang harus digunakan membayar honorarium untuk 9 bulan saja mencapai Rp8,3 miliar dan untuk perjalanan dinas tim ahli Rp2,4 miliar, atau rata-rata tiap bulan menguras APBD Rp1 miliar lebih,” kata Abraham pada Niaga.Asia, Jum’at (27/3/2026).

“Tidak pantas uang rakyat dipakai sebanyak itu hanya untuk tim ahli, gubernur perlu melakukan koreksi,” sambungnya.

Gubernur melawan Presiden

Menurut Abraham, kebijakan gubernur dalam menggunakan anggaran seperti melawan Presiden Prabowo Subianto yang sudah mengeluarkam instruksi sejak tahun lalu agar memotong anggaran untuk pos-pos yang tidak penting.

“Saya rasa keberadaan tim ahli itu tidak penting, apalagi gubernur juga memasukkan adiknya dan karyawan perusahaannya sendiri jadi tim ahli,” tegasnya.

Menurut Abraham, setahun Rudy Mas’ud memimpin Kaltim, yang menonjol darinya, banyak kontroversi, muali dari sekretaris pribadinya yang menghalang-halangi tugas wartawan dan mengintimidasi wartawan, belanja mobil mewah Rp8,5 miliar, rekonstruksi ruang kerja sampai bermiliar-miliar, tapi tahun 2025 pertumbuhan ekonomi hanya 4,53 persen dari target 6,30 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2024 pada angka 6,17 persen, pada tahun 2025 turun ke 4,53 persen,” lanjutnya.

Abraham memberi saran ke Rudy Mas’ud untuk lebih serius bekerja untuk pembangunan Kaltim, mengatasi berbagai masalah akut, seperti kemiskinan, peningkatan kompetensi pencari kerja, kemudian meninggalkan keinginan hidup glamor, bermewah-mewah ria.

“Jangan hanya mendahulukan kepentingan keluarga, teman sendiri, dan orang yang kebetulan sama-sama berasal dari Sulselbar, dan menganggap putra daerah asli Kaltim tidak bisa dan tidak mengerti apa-apa, bodoh dan tertinggal,” pungkasnya.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: