Siapkan 10 Insinerator Sampah, Samarinda Target Kurangi 600 ton Limbah per Hari

Wali Kota Samarinda Andi Harun. (istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan 10 unit mesin insinerator yang beroperasi Juni 2026 nanti, untuk mengurangi volume sampah secara drastis. Upaya itu ditarget mampu mengurangi 600 ton limbah per hari, sekaligus menjadi solusi konkret penanganan sampah di daerah.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan, saat ini ada beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah dilengkapi mesin insinerator dan siap dioperasikan.

“Nanti pada saatnya setelah semua selesai, baik administrasi kegiatan maupun pembersihan lokasi dan uji coba, baru kita resmikan 10 insinerator di Samarinda ini,” kata Andi saat berada di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, belum lama ini.

Salah satu keunggulan teknologi yang diusung Pemkot Samarinda adalah sistem minim emisi, di mana nantinya fasilitas insinerator pembakar sampah ini akan berdampingan dengan TPS.

“Seperti yang di Kelurahan Baqa ini modelnya tidak memakai cerobong asap. Jadi asapnya tidak keluar, tapi disalurkan ke bawah melalui filtrasi air. Airnya akan keluar setelah dipastikan memenuhi standar baku mutu lingkungan,” ujar Andi.

“Karena persoalan sampah tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tapi memerhatikan aspek lingkungan masyarakat serta tidak mengganggu estetika kota,” tambahnya.

Disampaikan Andi, kapasitas insinerator ini mampu mengolah sekitar 20 ton sampah dalam waktu delapan jam. Jika dioperasikan dalam dua hingga tiga sif, kapasitas pengolahan bisa meningkat signifikan.

“Kalau dua sif bisa mengurangi 40 ton, kalau ditambah jadi tiga sif, sisa sampai 60 ton per hari. Dengan 10 unit, kita bisa mengurai sekitar 400 sampai 600 ton sampah per hari, sehingga ini juga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.

Meski demikian, 10 mesin insinerator itu belum mencukupi untuk pengolahan sampah di Samarinda, sebab volume sampah sendiri di Samarinda mencapai lebih dari 600 ton per harinya.

Untuk itu, Pemkot akan menyiapkan satu unit insinerator raksasa berkapasitas 100 ton per 8 jam di area tempat pembuangan akhir (TPA) Samarinda.

“Kira berupaya agar kota kita boleh jorok, di mana sampah berhamburan di mana-mana. Kita harus menjadikan kota ini menjadi kota yang bersih,” tegas Andi.

Residu atau sisa abu pembakaran insinerator ini, nanti tidak akan dibuang percuma. Pemkot telah merencanakan pengolahan residu menjadi bahan bangunan seperti paving blok, plafon, hingga bata ringan.

Paving blok hasil olahan sampah ini nantinya akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas pemerintah, sekolah, dan area publik lainnya.

“Ini salah satu bentuk dari upaya efisiensi anggaran di Samarinda,” demikian Andi Harun.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi | Advertorial

Tag: