Polsek Sebatik-Koramil Tingkatkan Patroli di Kawasan Rawan Begal

Polsek Sebatik Barat bersama Koramil 0911/07 Sebatik meningkatkan patroli gabungan di kawasan rawan tindak pidana penjambretan atau begal   yang ramai dibicarakan di media sosial. (Foto Polsek Sebatik Barat/Niaga.Asia)

SEBATIK.NIAGA.ASIA – Polsek Sebatik Barat bersama Koramil 0911/07 Sebatik meningkatkan patroli gabungan di kawasan rawan tindak pidana penjambretan atau begal   yang ramai dibicarakan di media sosial.

“Mulai kemarin kita tingkatkan patroli, terutama di kawasan sepi yang menjadi keluhan masyarakat sampai batas waktu tidak ditentukan,” kata Kapolsek Sebatik Barat, Iptu Eriksen Marpaung, pada Niaga,Asia, Senin (30/03/2026).

Giat patroli gabungan Polsek dan Koramil merupakan gerak cepat petugas dalam menanggapi unggahan di media sosial masyarakat yang mengeluhkan adanya penutupan jalan menggunakan ranting pohon dan buah kepala sawit, sehingga menghambat pengendara.

Penutupan jalan sendiri dilakukan di malam hari dan berada di jalan sep,  jauh dari permukiman pendudu atau k sekitar perkebunan sawit. Keadaan ini menimbulkan dugaan yang mengarah pada aksi pembegalan.

“Kejadian ini belum ada laporan dari masyarakat, tapi kami tetap harus menanggapi cepat keluhan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan,” sebutnya.

Patroli dimulai dari Desa Aji Kuning sampai Gunung Menangis hingga jalan menuju pelabuhan kapal Feri di Sebatik Barat. Selain patroli intens, sejumlah petugas Polsek berpakaian seragam dan intel akan ditempatkan di titik-titik rawan.

Eriksen menerangkan, informasi yang beredar sebagaimana unggahan di media sosial menyebutkan jalan yang dihalangi oleh oknum di sekitar jalan Sianak hingga menuju jalan pelabuhan Feri Liang Bunyu, Sebatik Barat.

“Nanti kami tempatkan Polisi berpakaian dinas dan non pakaian dinas pada jam malam di beberapa titik jalan rawan. Kita juga galakan patroli kendaraan,” ujarnya.

Terkait persoalan ini, Erikson menghimbau masyarakat pulau Sebatik untuk tidak bepergian sendirian di malam hari, terutama di jalan-jalan sepi jauh dari lingkungan pemukiman penduduk.

Khusus kepada pengendara, sebisa mungkin tidak berjalan di malam hari dan jika terpaksa berkendara bersama-sama agar jika terjadi sesuatu hal dapat segera menginformasikan ke petugas Polsek atau Koramil.

“Menurut data Babinsa dan Intel, di lokasi penutupan jalan belum pernah terjadi perampokan atau begal, tapi kita semua tetap perlu waspada,” bebernya.

Pengguna jalan  memindahkan ranting pohon menutupi jalan menuju pelabuhan Feri Liang Bunyu Sebatik Barat. (Foto : Facebook Asta Tasya/Niaga.Asia)

Permintaan patroli di titik-titik rawan viral di media sosial setelah akun Facebook Asra Tasya memposting perjalan bersama keluarga menggunakan sepeda motor dan mobil terhenti beberapa kali untuk menyingkirkan ranting pohon dan buah kelapa sawit menghalangi jalan.

Dalam unggahan video di facebooknya, Asta Tasya menceritakan perjalanan Minggu 29 Maret 2026 sekitar pukul 04:00 Wita, berangkat dari Desa Maspul menuju pelabuhan Feri Liang Bunyu, dikagetkan banyaknya ranting-ranting pohon di beberapa titik jalan.

Asta mengaku sudah sering jalan tengah malam atau subuh menuju pelabuhan Feri, namun baru kali ini ketemu jalan-jalan ditutup susunan ranting pohon dan buah kelapa sawit. Sebatik sudah mulai tidak aman.

“Alhamdulilah tadi kami ramai sekeluarga jalan naik dua motor masing-masing berboncengan dan bawa mobil pickup, makanya begalnya takut keluar,” tutur Asta.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: