BMKG Perkirakan Cuaca Terik di Nunukan Sampai April 2026

Cuaca panas terik di Pulau Nunukan (Budi Anshori/niaga.asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) memperkirakan suhu terik panas yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini akan terus berlangsung hingga pertengahan April 2026 nanti.

“Kondisi panas terik matahari khususnya di wilayah pesisir pulau Nunukan dan Sebatik diakibatkan minimnya uap air di atmosfer, sehingga menghambat pembentukan awan,” kata Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, dalam penjelasan dia, Selasa 31 Maret 2026.

Dia menerangkan, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada status netral, namun menguatnya monsun Australia yang membawa udara kering serta suhu muka laut di perairan Kaltara yang tidak cukup panas, menjadi salah satu faktor penyebab cuaca panas terik.

Kondisi ENSO ini diprediksi terus bertahan dalam fase netral hingga memasuki pertengahan tahun 2026, dengan suhu permukaan laut di pasifik tropis mendekati rata-rata. Saat ini suhu panas di Nunukan berkisar 31,2°C.

“Peningkatan kecepatan angin juga berperan dalam menghambat pertumbuhan awan konvektif yang memicu terjadinya hujan,” ujar William.

Hal lain yang turut berkontribusi terhadap suhu panas di Pulau Nunukan dan Sebatik adalah fenomena kulminasi atau posisi semu harian matahari, yang berada tepat berada di atas wilayah pengamat, sehingga terasa lebih terik.

“Fenomena suhu panas ini akan mencapai puncaknya di tanggal 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.13 Wita, dan diperkirakan terus berlangsung hingga bulan depan,” jelasnya.

Meski demikian, BMKG Nunukan memprediksi potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan masih tetap ada di beberapa titik wilayah pulau Nunukan, tidak terkecuali di Sebatik.

Terhadap teriknya matahari dalam minggu terakhir ini, William menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh, menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu panjang.

“Masyarakat diminta untuk memastikan kecukupan cairan selama beraktivitas di luar ruangan, karena panas terik dapat mengakibatkan dehidrasi pada tubuh,” sebutnya.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan kebun atau membakar sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Tolong masyarakat pemilik lahan tidak membersihkan kebun-kebunnya dengan cara membakar. Saat ini suhu sangat panas dan kekurangan air,” kata Kasubsi Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir.

Suhu panas yang terjadi beberapa hari ini mulai dikeluhkan masyarakat, karena dalam waktu bersamaan embung-embung di pulau Nunukan dan Sebatik mulai kekurangan sumber air bahan baku guna produksi air bersih.

“Dalam satu pekan ini BPBD selalu menerima laporan kebakaran lahan. Kami mengalami kendala dalam pengisian air di armada pemadam,” ujar Basir.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi

Tag: