Merasa Tidak Puas, Mahasiswa Unmul Kembali Tantang Debat Rudy-Seno

Mahasiswa memberikan rapor merah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul) meminta Pemprov Kaltim untuk menerima tantangan debat mereka yang telah dilayangkan melalui surat permintaan ajakan debat sejak satu bulan lalu.

Dalam forum diskusi yang digelar oleh BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unmul, membahas evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Seno Aji di Kantor Rektorat Unmul, Selasa 31 Maret 2026, mendadak riuh saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM KM Unmul melakukan aksi interupsi saat Seno Aji asik memaparkan pencapaian kinerja Gratispol dalam satu tahun ini, di depan puluhan mahasiswa.

Secara tiba-tiba, mahasiswa BEM KM masuk ke dalam ruangan diskusi dengan berteriak, sembari membawa kertas merah sebagai simbol rapor merah bagi kepemimpinan Rudy-Seno yang sontak membuat orang-orang di ruangan itu terkejut seketika.

Presiden BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra mengatakan, telah melayangkan surat tantangan debat terbuka sejak aksi demonstrasi pada 23 Februari 2026 lalu, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban resmi. Menurutnya Pemprov Kaltim terkesan menghindari substansi persoalan yang ingin mereka bedah.

“Saat itu ada dua undangan yang diberikan, satu tantangan diskusi dari BEM Fisip dan satu lagi tantangan debat dari kami. Namun, sampai hari ini tidak ada iktikad baik dari Pemprov untuk menjawab tantangan debat kami. Mereka seolah selalu menghindari kami,” kata Putra.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji sebelumnya memaparkan program Gratispol. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Pemberian kartu merah itu merupakan bentuk ekspresi mahasiswa dalam menyampaikan haknya di depan umum.

“Mahasiswa merasa disepelekan, sebegitu enggannya kah Gubernur untuk berdebat bersama kami dan menjawab keresahan masyarakat,” cetus Putra.

Menurutnya, dalam materi debat nantinya bukan terkait permalasahan yang sedang viral saat ini, melainkan persoalan mendasar yang menyentuh hak hidup orang banyak seperti hak buruh dan nelayan dan lain sebagainya.

Terakhir, BEM KM Unmul tetap menuntut agar Rudy-Seno bersedia duduk bersama dalam satu panggung debat terbuka yang inklusif. Mereka berharap pemimpin Kaltim berani diuji gagasan dan kinerjanya tanpa pembatasan yang kaku.

“Kita akan buat kegiatan nantinya, mereka harus menjawab (ajakan mereka untuk berdebat). Karena dengan berdebat, kita bisa melihat jawaban argumentasi mereka yang didasarkan data,” demikian Hiththan Hersya Putra.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: