Kebut Perbaikan Jaringan Distribusi Air Bersih, Jurus Balikpapan Hadapi Ancaman Kemarau

Direktur Utama PT Manuntung Sukses Balikpapan, Yudi Saharuddin. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Perusahaan Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi penurunan pasokan air baku akibat ancaman fenomena El Nino, yang diperkirakan berlangsung di pertengahan tahun ini.

Di saat bersamaan, pembenahan jaringan distribusi air bersih tetap berjalan untuk meningkatkan kualitas layanan jangka panjang bagi pelanggan.

Direktur Utama PT Manuntung Sukses Balikpapan, Yudi Saharuddin menjelaskan, pekerjaan perbaikan jaringan pipa yang sedang berlangsung memang menimbulkan dampak sementara di sejumlah wilayah, seperti perubahan kualitas air menjadi keruh, hingga gangguan tekanan distribusi.

Menurutnya, kondisi itu tidak dapat dihindari karena perbaikan dilakukan pada jalur distribusi maupun transmisi utama, yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan air bersih di Balikpapan.

“Keluhan masyarakat yang muncul saat ini berkaitan langsung dengan proses pengerjaan jaringan. Kami memahami ketidaknyamanan tersebut, tetapi langkah ini penting agar pelayanan air ke depan jauh lebih stabil,” kata Yudi, Kamis 2 April 2026.

Diterangkan, program rehabilitasi infrastruktur air akan berlangsung bertahap hingga akhir 2026, dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2027.

Setelah seluruh jaringan diperkuat, kontinuitas distribusi diharapkan lebih terjaga, terutama di kawasan yang selama ini rawan gangguan suplai air bersih.

Di tengah pembenahan itu, PTMB juga mulai menyiapkan skenario darurat menyusul peringatan adanya potensi El Nino ekstrem, yang diprediksi memicu musim kering panjang di wilayah Kalimantan.

Berdasarkan perhitungan awal bersama Balai Wilayah Sungai, kapasitas produksi air bersih Balikpapan dapat turun drastis hingga 75 persen apabila debit air baku mengalami penurunan signifikan. Kondisi itu berpotensi menimbulkan defisit sekitar seperempat dari total kebutuhan air harian masyarakat.

Untuk mengurangi risiko tersebut, PTMB menyiapkan pemanfaatan tiga bendungan pengendali sebagai sumber tambahan. Selain itu, bendung milik Kementerian Kehutanan juga masuk dalam opsi cadangan, yang saat ini perizinannya sedang berproses.

Perusahaan juga mengusulkan dukungan fasilitas Instalasi Pengolahan Air mini agar sumber alternatif dapat segera diolah, dan dialirkan ke jaringan distribusi.

Jika situasi memburuk, distribusi menggunakan mobil tangki akan diperluas dengan dukungan pemerintah kecamatan, agar suplai air tetap menjangkau kawasan padat penduduk.

Meski ancaman kekeringan mulai diperhitungkan, PTMB menilai cadangan air di Balikpapan masih relatif aman karena volume waduk diperkirakan tetap bertahan pada level sekitar 50 persen hingga puncak musim kemarau nanti.

“Selama penurunan curah hujan tidak berlangsung terlalu panjang sampai awal 2027, ketahanan pasokan kita masih bisa dijaga,” jelas Yudi.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: