
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Penyebab utama kerusakan jalan ambles yang ditutupi besi di depan Kantor Bupati Jalan Wolter Monginsidi Tenggarong akhirnya terungkap. Jalur aliran air yang tidak tertata dengan baik, disebut-sebut sebagai biang kerok amblesnya badan jalan di kawasan pusat pemerintahan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun memastikan agar penanganan amblesnya jalan ini segera dilakukan dengan membangun box culvert menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, membenarkan bahwa kerusakan terjadi akibat kondisi tanah yang labil karena terus-menerus tergerus aliran air dari kawasan sekitar.
“Ya, ini tanah ambles. Nanti akan dibongkar dan diganti dengan box culvert sehingga air bisa mengalir dari daerah perumahan Arwana atau sekitar kantor bupati tembus ke sungai Mahakam untuk mengurangi risiko banjir,” ujarnya kepada media Niaga.Asia, Selasa (31/3/2026).
Selama ini kata dia, aliran air dari kawasan permukiman, termasuk Perumahan Arwana, belum mempunyai saluran yang memadai. Akibatnya, air merembes ke bawah badan jalan dan menyebabkan struktur tanah melemah hingga akhirnya ambles.
Menurutnya, jika hanya dilakukan penanganan sementara seperti penutupan permukaan jalan, kerusakan serupa sangat berpotensi terulang karena sumber masalahnya belum terselesaikan.
“Kalau hanya ditutup saja, masalahnya belum tuntas. Karena ini memang jalur alami air, jadi harus dibuatkan saluran yang benar,” jelasnya.
Perbaikan pun tak lagi hanya sekadar tambal sulam saja, melainkan akan dilakukan dengan membangun sistem drainase yang permanen berupa box culvert berukuran besar. Wiyono berharap konstruksi ini mampu menampung dan mengalirkan debit air secara optimal sehingga persoalan tidak kembali terulang.
Sementara, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, menegaskan bahwa penanganan sementara sebenarnya bisa dilakukan dengan biaya jauh lebih kecil, namun tidak menyelesaikan akar persoalan.
“Rp100-200 juta kalau untuk nutupin aja bisa, tapi jika ini enggak di drainase sampai keluar ke sungai, akan terulang lagi,” bebernya.
Ia memastikan perbaikan di titik ini menjadi prioritas pemerintah, mengingat lokasinya yang berada di kawasan strategis dengan aktivitas tinggi. Proses pengerjaannya saat ini tinggal menunggu pengesahan DPA saja dan akan dipercepat agar penanganannya bisa segera dilakukan.
“Mudah-mudahan sudah dinyatakan siap dikerjakan. Kita percepat untuk titik-titik yang memang menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selain depan Kantor Bupati, sejumlah titik lain seperti kawasan lampu merah, depan kantor Dispenda, serta jembatan Mangkuraja juga masuk dalam daftar perhatian pemerintah.
Meskipun dalam kondisi efisiensi tegas Rendi Solihin, Pemerintah Kabupaten Kukar tetap berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada dengan memprioritaskan penanganan pada titik-titik yang bersifat mendesak.
“Artinya yang urgent kita dahulukan. Kita maksimalkan resource yang kita miliki, karena keinginan kita kadang tidak sesuai dengan kemampuan hari ini,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Jalan Rusak