
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Timur Maret 2026 Turun 0,72 Persen Menjadi 148,00. Penurunan NTP disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya naik sebesar 0,01 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,74 persen.
Demikian dilaporkan Aryanti C, SST, M.Si, Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pust Statistik (BPS) Kaltim dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/4/2026).
Menurut Aryanti, NTP Maret 2026 pada masing-masing subsektor: Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 101,66, atau turun 0,98 dibandingkan Februari 2026. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 119,14 (naik 2,81). Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 206,61 (turun 1,85).

Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 111,43, (naik 1,64) dan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 106,17, atau naik 0,57. NTPi 105,35, turun 0,48), dan NTN (Nelayan) 106,57, naik 1,07 dibandingkan Februari 2026.
“Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Maret 2026 sebesar 155,08 atau turun 0,38 persen dibandingkan dengan NTUP pada Februari 2026,” paparnya.
NTUP Subsektor Tanaman Pangan Maret 2026 sebesar 109,52, turun 0,49. Tanaman Perkebunan rakyat 209,96, turun 1,69 dibandingkan Februari 2026. NTUP yang naik di Maret 2026 adalah di Subsektor Hortikultura, Peternakan, Perikanan, Pembudidaya Ikan dan Nelayan.
Dibandingkan NTP di Pulau kalimantan Maret 2026, NTP Kaltim yang 148.00 berada diurutan kedua setelah Kalimantan Barat sebesar 172,56. Sedangkan Kalimantan Tengah (137,75), Kalimantan Selatan (126,53), dan Kalimantan Utara 117,12.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: NTP Kaltim