
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Akses terhadap bimbingan belajar (bimbel) tambahan yang dulunya identik dengan biaya sangat mahal dan sulit dijangkau, kini mulai terbuka lebar bagi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Di Kelurahan Baru, Tenggarong, langkah kecil itu dimulai lewat peluncuran Bimbel Bersama Ceria (BBC) yang digagas langsung Pangdam VI/Mulawarman dan dijalankan oleh Kodim 0906/KKR. Program ini pun diharapkan dapat menjawab kegelisahan lama banyak orang tua.
Bukan sekadar kelas tambahan, program ini membawa semangat baru bahwa belajar tak lagi harus mahal. Anak-anak yang sebelumnya tidak bisa mengikuti kelas bimbel tambahan, kini memiliki kesempatan yang sama untuk belajar matematika, bahasa Inggris, hingga pendidikan agama.
Komandan Kodim 0906/KKR, Letkol Arm Benny Budiman, bahkan sempat berbagi cerita pribadinya di hadapan para siswa. Ia mengaku pernah merasakan sulitnya mendapatkan pelajaran tambahan saat masih sekolah dulu.
Menurutnya, keinginan untuk belajar lebih, khususnya bahasa Inggris dan matematika, kerap terbentur biaya yang harus dikeluarkan orang tua. Tidak semua keluarga mampu membiayai kursus tambahan di luar sekolah.
“Saya dulu kalau mau ikut kursus bahasa Inggris itu susah, harus keluar biaya. Orang tua juga harus memikirkan tambahan biaya lagi,” ujarnya di Posyandu Dahlia 6 Jalan Aji Imbut Kelurahan Baru, Senin sore (6/4/2026).
Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kuat lahirnya program BBC. Benny menyebut, Pangdam VI/Mulawarman melihat kondisi itu masih dirasakan banyak anak hingga saat ini, terutama dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, melalui program BBC, anak-anak difasilitasi untuk mendapatkan pelajaran tambahan tanpa harus memikirkan biaya. Terlebih, bahasa Inggris dinilai menjadi kunci penting dalam membuka wawasan dan akses terhadap ilmu pengetahuan.
“Bahasa Inggris itu sekarang sudah jadi bahasa internasional. Banyak pelajaran ke depan juga menggunakan bahasa Inggris, jadi anak-anak perlu dibekali dari sekarang,” jelasnya.
Tak hanya soal materi, ia juga mengingatkan pentingnya suasana belajar menyenangkan. Benny pun meminta para siswa untuk tidak ragu bertanya dan aktif selama mengikuti kegiatan.
“Jangan takut salah, jangan malu bertanya. Belajar di sini harus ceria, harus semangat,” pesannya.
Bagi Benny, kehadiran BBC bukan sekadar program pendidikan saja, tetapi juga upaya membuka jalan bagi anak-anak agar memiliki kesempatan yang lebih baik di masa depan.
Untuk tahap awal, terdapat tiga materi inti yang diajarkan, yakni matematika, bahasa Inggris, dan pendidikan agama Islam. Ketiga mata pelajaran ini kata Benny, dipilih sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
“Tujuannya jelas, membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga punya karakter dan akhlak yang baik,” terangnya.
Menariknya, seluruh kegiatan dalam program ini tidak dipungut biaya sama sekali. Pangdam VI/Mulawarman lah yang akan menanggung semua pendanaannya. Sehingga masyarakat, khususnya orang tua siswa, tidak perlu lagi memikirkan biaya tambahan pendidikan.
“Semua gratis. Jadi orang tua tidak perlu pusing lagi soal biaya bimbel,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga memprioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Proses perekrutan peserta dilakukan melalui pendataan terlebih dahulu agar tepat sasaran.
“Kita data dulu, diutamakan yang orang tuanya tidak mampu. Memang tujuannya membantu mereka,” tuturnya.
Selain memberikan manfaat bagi para siswa, program ini rupanya juga membuka peluang bagi tenaga pengajar lokal. Para guru yang dilibatkan berasal dari kalangan non-ASN atau honorer, sehingga program BBC diharapkan dapat menambah penghasilan mereka.
“Tenaga pengajar kita ambil dari guru honorer. Jadi ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan mereka. Untuk sementara, ada tiga tenaga pengajar, kita akan fokus ke anak SD dan SMP dulu,” bebernya.
Secara keseluruhan, program ini diluncurkan di 15 titik yang tersebar di wilayah Kodam VI/Mulawarman, meliputi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara), masing-masing satu titik di setiap Kodim.
“Ini perdana di Kukar. Total ada 15 titik di wilayah Kodam,” paparnya.
Ke depan, peluang pengembangan program ini masih sangat terbuka. Jika minat masyarakat meningkat dan hasilnya dinilai positif, maka tidak menutup kemungkinan program serupa akan diperluas ke wilayah lain.
“Kalau di sini berhasil dan peminatnya bertambah, nanti akan kita laporkan. Insyaallah bisa dibuka lagi di tempat lain,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Kodam VI MulawarmanPendidikan