
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Petani di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai bersiap memasuki musim tanam baru setelah menerima bantuan berupa benih padi dari Bupati Aulia Rahman Basri sebanyak 1.250 kilogram.
Kesiapan petani untuk kembali turun ke sawah terlihat dari aktivitas pembukaan lahan yang sudah mulai dilakukan di sejumlah titik. Kades Rapak Lambur Muhammad Yusuf mengatakan bahwa petani sudah lama menunggu bantuan benih ini untuk memulai kembali proses tanam baru.
“Petani kami sebenarnya sudah siap. Lahan sudah mulai dibuka, tinggal menunggu benih saja untuk mulai tanam. Alhamdulillah bupati sudah memberikan benih untuk para petani,” ujarnya.

Kebutuhan benih menjadi sangat mendesak lantaran petani di wilayah Desa Rapak Lambur telah mengalami dua kali gagal panen akibat banjir selama berbulan-bulan lamanya, sehingga tidak memiliki cadangan benih.
“Karena dua kali gagal panen, stok benih mereka sudah habis. Jadi bantuan ini sangat membantu untuk memulai kembali masa tanam,” jelasnya.
Menurut Yusuf, 80 persen warga Desa Rapak Lambur menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian. Dengan kondisi tersebut, kelancaran musim tanam menjadi sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal agar ke depan hasil panen lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa bantuan benih tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk memastikan petani tidak kehilangan momentum musim tanam.
“Kami ingin para petani bisa segera kembali menanam. Pemerintah daerah akan terus mendampingi agar siklus tanam ini berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan lahan pertanian serta kondisi irigasi yang mendukung proses tanam.
“Pastikan irigasi berjalan baik dan kebutuhan petani terpenuhi. Kita ingin hasil panen ke depan bisa lebih optimal,” tambahnya.
Selain memastikan kesiapan benih dan lahan, Bupati Aulia juga mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan pada musim tanam kali ini.
BPBD Kukar pun dilibatkan untuk memantau kondisi cuaca dan potensi banjir, mengingat wilayah Desa Rapak Lambur kerap terdampak luapan Sungai Mahakam.
“Kita juga akan melakukan mitigasi bencana. Melalui BPBD, kita bisa memantau kondisi cuaca dan potensi yang akan terjadi ke depan, sehingga petani bisa lebih siap,” tuturnya.
Langkah ini dinilai penting agar kejadian gagal panen yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang pada musim tanam berikutnya. Aulia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya hadir saat kondisi darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan hingga petani benar-benar kembali stabil.
“Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersama petani, mendampingi dan memberikan apa yang dibutuhkan agar mereka bisa kembali bangkit,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: gagal panenKabupaten Kukar