Polisi Buru Lima Pengeroyok Anak 15 Tahun di Nunukan Hingga Babak Belur

Ahmad Albar memperlihatkan Surat Keterangan Laporan Pengaduan perkara penganiayaan di Polsek KP Nunukan (Budi Anshori/niaga.asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Tunon Taka Nunukan terus melakukan pengejaran lima orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap anak berusia 15 tahun hingga babak belur.

“Personel lagi berusaha melacak keberadaan para pelaku yang salah satunya berinisial S, residivis perkara kriminal di Nunukan,” kata Waka Polsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang, Minggu 12 April 2026.

Untuk mengungkap kasus itu, polisi melakukan pengecekan visual rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian di Jalan TVRI Nunukan, tepat di depan jalan keluar Hotel Lenflin Nunukan.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, salah satu dari pelaku teridentifikasi berinisial S, warga Jalan Lumba Lumba, Nunukan Timur, yang pernah tersandung kasus kriminal di Nunukan.

“Kami pastikan tindak tegas semua pelaku sesuai perbuatannya. Karena sekecil apapun tindak kriminal pasti ada hukumnya,” tegas Nanang.

Perwakilan keluarga korban, Ahmad Albar mengatakan, kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek KPTunon Taka sebagaimana Surat Keterangan Laporan Pengaduan (SKLP) Nomor: STTP/15/OV/2026/Reskrim tertanggal 10 April 2026.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Keponakan kami dikeroyok lima orang dewasa sampai babak belur menderita mental,” kata Ahmad.

Dia menceritakan kronologi kejadian itu, bermula saat keponakannya keluar rumah pada Jumat 10 April 2026 bermaksud membeli makan di salah satu warung makan di depan Hotel Lenflin Nunukan.

Pengeroyokan terjadi saat keponakannya melihat temannya melintas mengendarai sepeda motor di depan warung makan, dan secara spontan berteriak memanggil temannya itu.

“Waktu berteriak memanggil temannya itu, kebetulan para pelaku di seberang jalan mendengar. Pelaku mengira keponakannya meneriaki lima orang itu,” ujar Ahmad.

Dalam kondisi setengah sadar diduga pengaruh alkohol, para pelaku langsung menyeberang jalan memukuli korban membabi buta. Padahal korban sudah minta ampun dan berusahaa menjelaskan kesalahpahaman itu.

“Keponakan saya sudah menjelaskan bukan mereka yang diteriaki. Korban berteriak memanggil temannya, bahkan teman korban ikut terkena pukulan lima pelaku,” terang Ahmad.

Meski pukulan dengan tangan kosong, penganiayaan oleh para pelaku mengakibatkan hidung korban mengeluarkan darah, wajah babak belur dan beberapa bagian gigi goyang disebabkan kerasnya pukulan para pelaku.

Berkaitan perkara itu, Ahmad mengaku sudah menanyakan perkembangan kasusnya di Polsek KP Nunukan sebagai bentuk meminta kepastian hukum, karena hingga Sabtu 11 April 2026 kemarin para pelaku belum juga diamankan.

“Keluarga korban berharap poisi dapat segera menangkap pelaku. Perbuatan mereka sangat meresahkan warga,” demikian Ahmad.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi

Tag: