
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Pemkot Samarinda melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar aksi kemanusiaan donor darah massal, yang diikuti ratusan pejabat dan pegawai aparatur sipil negara (ASN), Selasa 14 April 2026.
Kegiatan itu sebagai upaya proaktif pemerintah daerah, agar tidak terjadi kekosongan ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.
Kepala Bagian Kesra Pemkot Samarinda Syamsu Nur menerangkan, kegiatan sosial ini telah menjadi agenda rutin yang menyasar seluruh pegawai di berbagai instansi, mulai dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga perangkat kelurahan di Samarinda.
“Kegiatan ini merupakan kali kedua di tahun 2026. Kami melaksanakannya secara rutin setiap dua bulan sekali untuk menjaga kesinambungan stok darah,” kata Syamsu, di Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa, Selasa 14 April 2026.
Syamsu menjelaskan jarak waktu pengambilan darah setiap dua bulan sekali bukan tanpa alasan. Secara medis, jeda waktu itu sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi tubuh pendonor, dalam memproduksi kembali sel darah merah yang hilang.
Selain itu, masa pemulihan ini krusial untuk mencegah risiko anemia atau kurang darah. Jeda ini memastikan pendonor tetap sehat, tidak lemas, dan darah yang didonorkan juga berkualitas tinggi.
Meskipun setiap instansi diwajibkan mengirimkan minimal dua orang perwakilan untuk mengejar target 70 kantong darah, panitia tetap memberlakukan seleksi kesehatan yang sangat ketat di meja skrining, sebelum melakukan donor darah.
Tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda memeriksa dengan seksama kondisi fisik setiap calon pendonor.
Berdasarkan aturan kesehatan, beberapa kategori ASN dilarang keras untuk mendonorkan darahnya demi keselamatan bersama. Di antaranya adalah pegawai yang sedang hamil, memiliki kadar hemoglobin (Hb) rendah, atau sedang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).
Seleksi ketat ini bertujuan untuk memastikan prosedur donor tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi pendonor, serta menjamin darah yang diberikan tidak membahayakan bagi penerima donor atau resipien, yang nantinya menerima tranfusi.
“Target kami memang 70 kantong hari ini. Tapi jumlah yang datang melampaui itu mencapai 100 orang lebih. Setelah ini darah tersebut kita serahkan ke PMI Samarinda untuk memenuhi kebutuhan darah di Samarinda,” demikian Syamsu Nur.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi | Advertorial
Tag: Donor DarahPemkot SamarindaSamarindaSosial