Jelang Aksi 21 April, Rudy Mas’ud Disebut Ingin Bantu Logistik dengan Embel-embel Namanya

Posko Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim di depan kompleks Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gadjah Mada, Samarinda, Sabtu 18 April 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tiga hari jelang aksi besar masyarakat Kaltim Selasa 21 April 2026 nanti di Samarinda, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kembali jadi sorotan.

Demo itu rencananya digelar di dua tempat. Masing-masing di DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar, dan kantor Gubernur Kaltim Jalan Gadjah Mada.

Rudy jadi sorotan lantaran dia disebut ingin mendirikan posko untuk masyarakat Kaltim dan memberikan bantuan logistik berupa makanan dan minuman, namun dengan embel-embel disertai label bertuliskan bantuan Rudy Mas’ud yang tertera pada bantuan logistik tersebut.

Bantuan itu dinilai kontroversial, sehingga kembali memicu spekulasi untuk meredam rencana aksi itu, sebagai bentuk ketidakpuasan kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud sekitar satu tahun terakhir ini.

Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah menjelaskan, aliansi perjuangan Kaltim sendiri sejatinya telah membangun posko tambahan di depan Kantor Gubernur Kaltim, setelah mendapatkan izin dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Samarinda beberapa hari lalu.

“Kemudian Satpol-PP Kaltim ada mendatangi kami di tenda aliansi di depan Lamin Etam tadi pagi. Mereka mengatakan bahwa ada keinginan Pak Rudy Mas’ud untuk memberikan bantuan tenda tambahan dan bantuan logistik ke aliansi, tapi harus ada tulisan bantuan dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk aliansi,” kata Erly saat dihubungi niaga.asia, Sabtu 18 April 2026.

Erly bilang, aliansi menolak tegas segala bantuan dari Gubernur Kaltim. Menurutnya bantuan itu diduga mencederai perjuangan rakyat.

“Kami aliansi menolak segala bantuan yang diberikan oleh Pak Gubernur Kaltim. Aliansi bergerak murni dari masyarakat Kaltim. Tidak etis Pak Gubernur seperti itu,” ujar Erly.

Meskipun menolak bantuan itu, Erly mengklaim dukungan dari masyarakat umum justru terus mengalir.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul secara mandiri telah mencapai Rp26 juta, yang nantinya akan digunakan untuk menyewa truk, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan logistik massa aksi.

“Kita menolak, agar Gubernur memahami bagaimana kesusahan rakyat saat ini, dan tidak bisa seenaknya memberikan bantuan, terus ada tulisannya seperti itu,” tegas Erly.

Erly menyebut aksi 21 April nanti, akan diikuti ribuan orang dari berbagai daerah di Kaltim.

“Bahkan ada masyarakat Kaltim yang saat ini berada di luar daerah di Palembang, ingin balik untuk ikut aksi ini. Karena baginya, ini daerahnya dan merasa perihatin dengan kondisi daerahnya saat ini,” demikian Erly Sopiansyah.

Penulis Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: