BPS Nunukan Canangkan Tiga Desa Cantik Statistika di Pulau Sebatik

Kepala BPD Nunukan Iskandar Ahmaddien bersama Kadis PMD Nunukan, Helmi Pudaaslikar dan Kadis Kominfotik Nunukan, Arief Budiman menyaksikan penandatanganan pencanangan tiga desa cantik statistik di pulau Sebatik. (Foto : Simpatik/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan, Kalimantan Utara, mencanangkan Desa Balansiku, Desa Padaidi, dan Desa Sei Manurung yang berada di wilayah administratif, Kecamatan Sebatik, sebagai Desa Cantik Statistika.

Kepala BPS Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, mengatakan desa cantik statistik merupakan program nasional BPS untuk meningkatkan literasi data dan tata kelola statistik di tingkat desa/kelurahan. Desa yang terpilih nantinya berperan strategis sebagai ujung tombak penyedia data.

“Melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan yang mandiri,” kata Iskandar, Minggu (19/04/2026).

Pencanangan tiga desa tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data melalui penguatan statistik sektoral.

Program ini melatih perangkat desa mampu mandiri dalam mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan yang akurat, tepat sasaran, serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“Nantinya petugas BPS Nunukan melakukan pendampingan teknis meliputi tata cara pendataan, penyusunan kuesioner, pengelolaan data, hingga visualisasi data dalam bentuk buku atau website,” kata Iskandar.

Camat Sebatik, Hadriyani, menuturkan pencanangan Desa Cantik Statistika menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis data, khususnya di wilayah perbatasan.

“Data yang valid dan terintegrasi akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,”ujarnya.

Profil Singkat Desa

Desa Balansiku terkenal sebagai wilayah pertanian dan perkebunan terutama kelapa dengan luas sekitar 2.385,70 hektar. Desa Balansiku memiliki posisi strategis di perbatasan sebagai wilayah pengembangan ekonomi dan teknologi.

Sementara itu, Desa Padaidi diambil dari nama sebuah jalan yang ada di Desa Padaidi dan Padaidi itu sendiri merupakan bahasa daerah dari Sulawesi Selatan yang berarti kita bersama-sama.

Bagian utara Desa Padaidi berbatasan dengan Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur, sebelah timur berbatasan dengan Laut Ambalat, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sungai Manurung., sebelah Barat berbatasan dengan Desa Balansiku.

Adapun Desa Sei Manurung memiliki luas wilayah sekitar 8.220 hektar, dimana 70% berupa dataran dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan 30% adalah pemukiman warga. Sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani/buruh.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan

Tag: