Groundbreaking Hotel Courtyard by Marriot di Samarinda Bukti Kepercayaan Investor Kelas Dunia

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat groundbreaking Hotel Courtyard by Marriott di Samarinda, Senin 20 April 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Investasi properti bertaraf internasional resmi masuk ke kota Samarinda, Kalimantan Timur. Hal itu ditandai dengan pembangunan Hotel Courtyard by Marriott di Samarinda, yang menjadi sinyal kuat tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim bisnis properti di ibu kota provinsi Kaltim.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan hotel bintang empat itu dilakukan Senin 20 April 2026, menandai dimulainya proyek di lahan bekas Wisma Citra di Jalan KH Samanhudi (eks Jalan Rajawali).

Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan, masuknya investor properti internasional ini membuktikan Samarinda kini memiliki daya tarik di level manajemen internasional, bukan lagi sekadar nasional.

“Ini sejalan dengan sejak 2022 Samarinda menjadi anggota organisasi kota dunia, di mana kota ini dinilai aman dan kondusif untuk kegiatan bisnis. Dengan begitu Samarinda akhirnya mendapatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi,” kata Andi Harun.

Untuk terus menarik investasi sektor lainnya di kota Samarinda, Andi meminta agar seluruh pihak terkait dapat terus menjaga kepercayaan kota Samarinda, dan terus menjadikan Samarinda sebagai kota yang maju, aman dan damai.

Menurut Andi, dengan dimulainya pelaksanaan pembangunan hotel bintang empat bertaraf internasional ini, tentu berdampak pada peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

Dimulainya pembangunan Hotel Courtyard by Marriot sebagai bukti tingginya kepercayaan investor kelas dunia kepada Samarinda sebagai kota aman dan kondusif buat bisnis. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Di mana selama masa konstruksi akan membuka lapangan pekerjaan, dan saat operasional akan menyerap tenaga kerja,” ujar Andi.

Selain itu, Andi berharap ketika hotel ini terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Kita harapkan dengan hadirnya hotel ini pelaku UMKM, kuliner dan jasa transportasi, pendapatannya dapat meningkat,” jelas Andi.

Terkait legalitas pembangunan, Andi memastikan seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi oleh pihak pengembang. Dia menekankan bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas dalam setiap investasi yang masuk

“Perizinannya sudah terpenuhi, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah terpenuhi,” demikian Andi Harun.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: