Transfer Pusat Menyusut, Balikpapan Andalkan Pajak Buat Kejar PAD Rp1,5 Triliun

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap menjadi andalan utama dalam menjaga stabilitas fiskal daerah tahun 2026 ini.

Target yang dipatok mencapai Rp1,5 triliun diyakini masih realistis, meski di tengah tekanan ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya pulih.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham, mengungkap porsi terbesar PAD tahun ini bertumpu pada sektor pajak daerah.

Nilainya diperkirakan menyentuh Rp1,3 triliun, atau mendominasi hingga hampir 90 persen dari total target pendapatan.

“Target ini memang menantang, tapi kami tetap yakin bisa tercapai. Dengan memperkuat optimalisasi pajak daerah di berbagai sektor,” kata Idham, Selasa 21 April 2026.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang fluktuatif tidak menjadi penghalang untuk tetap memaksimalkan potensi penerimaan daerah. Justru, situasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk bekerja lebih adaptif dan inovatif dalam mengelola sumber pendapatan.

Dia juga menyoroti berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), terutama Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, yang berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, sehingga ketergantungan terhadap PAD semakin meningkat.

“Ketika transfer dari pusat berkurang, maka daerah harus lebih mandiri. Di sinilah peran PAD menjadi sangat krusial untuk menopang pembiayaan pembangunan,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, BPPDRD terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak, sekaligus menggali potensi baru yang belum tergarap optimal.

Upaya itu diharapkan mampu menjaga tren positif penerimaan daerah hingga akhir tahun anggaran.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: