200 Karya Tampilkan Memori Kota, Samarinda Graphic Memoir 2026 Sita Perhatian 400 Pengunjung

Pameran Samarinda Graphic Memoir 2026. (Foto istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Lebih dari 200 karya yang merekam ingatan kota ditampilkan dalam Pameran Samarinda Graphic Memoir 2026. Kegiatan ini sukses menarik perhatian publik dengan lebih dari 400 pengunjung selama penyelenggaraan.

Pameran ini digagas oleh Ramadhan S. Pernyata, desainer grafis sekaligus penggerak praktik desain visual asal Samarinda. Kegiatan tersebut merupakan gelaran ketujuh dari Samarinda Design Hub yang telah dipersiapkan sejak Agustus 2025.

Melalui inisiatif Samarinda Design Hub, Ramadhan secara konsisten mengembangkan praktik pengarsipan visual kota melalui pameran dan publikasi berbasis graphic memoir.

Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam perspektif tentang wajah Samarinda, mulai dari perubahan ruang kota, memori personal, hingga fenomena sosial yang perlahan menghilang dari keseharian masyarakat.

“Pameran ini bukan tentang nostalgia, tetapi bagaimana kita mengenali kembali ruang hidup kita sendiri,” ujar Ramadan.

Sebanyak 20 partisipan terlibat dalam pameran ini, menyusun narasi visual kota secara jujur dan reflektif melalui medium graphic memoir.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjadi salah satu pengunjung pameran. (Foto istimewa)

Pameran tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan dan literasi, serta pelajar dan mahasiswa dari bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) di Samarinda dan Balikpapan.

Antusiasme publik terhadap isu ruang dan ingatan kota tercermin dari tingginya jumlah kunjungan selama pameran berlangsung.
Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan arsip, sejumlah publikasi Samarinda Graphic Memoir bahkan telah tersimpan di Library of Congress dan Leiden University Libraries.

Tahun ini, katalog pameran terbaru juga direncanakan akan menyusul dikirim ke kedua institusi tersebut.

Melalui pameran ini, Ramadhan berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ingatan kota dapat terus tumbuh di tengah laju perubahan yang semakin cepat.

“Yang hilang bukan hanya ruang, tapi juga cara kita mengingatnya,” jelas dia, melalui keterangan tertulis, Selasa 21 April 2026.

Pameran Samarinda Graphic Memoir menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun arsip visual kota, sekaligus menegaskan pentingnya peran seni dalam merekam dan memahami dinamika perubahan ruang hidup masyarakat.

Editor: Saud Rosadi

Tag: