
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Kerusakan jalan penghubung antar kecamatan dan desa di dataran Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, semakin parah di musim hujan yang terjadi satu pekan terakhir dan membuat distribusi aneka barang terhambat dan harga barang naik.
“Transportasi yang sulit menyebabkan harga naik rata-rata Rp 10.000 dari harga normal. Misalnya gula pasir awalnya Rp 20.000 jadi Rp 30.000 per kilogram. LPG 14 kilogram Malaysia awalnya Rp 700.000 naik jadi Rp 800.000,” terang Camat Krayan Selatan, Oktafianus Ramli, Selasa (21/4/2026)
Saat ini masyarakat di pelosok Krayan sibuk memikirkan jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki pemerintah.
“Masyarakat disini mikirnya jalan rusak, jalan rusdak membuat barang kebutuhan susah didistribusikan, harga barang juga jadi naik,” imbuhnya.
Sopir kendaraan di Krayan Selatan harus mempersiapkan mental dan stamina yang ekstra kuat, karena setiap saat akan bertemu kubangan lumpur yang bisa menenggelamkan roda kendaraan.
“Tarik – menarik antar kendaraan sudah biasa disini, kadang mesin mobil mati akibat terlalu dipaksa keluar dari lumpur,” kata Oktafianus.
Tidak jarang sopir dan penumpang menginap dalam hutan lantaran kendaraan terjebak lumpur dan setiap waktu ada saja suara teriakan keras dari masyarakat yang mencoba mendorong atau menarik mobil.
Persoalan jalan yang rusak sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, setiap tahun juga pemerintah desa dan kecamatan lewat Musrenbang menyampaikan keluhan berkepanjangan ke pemerintah Kabupaten Nunukan maupun Provinsi Kaltara dan minta diperbaiki.
“Kalau kendaraan tertahan di hutan, barang-barang kebutuhan pokok pasti terlambat sampai ke tujuan. Hal ini mempengaruhi perputaran ekonomi pelaku usaha,” bebernya.
Oktafianus menuturkan, sulitnya transportasi jalan di Krayan Selatan dapat dilihat dari rekaman video-video yang beredar di masyarakat, banyak kendaraan double gardan pengangkut sembako terkurung dalam hutan.
‘’Kami capek teriak – teriak. Saat harga bahan pokok naik dan orang kota mengeluh, Kami tidak lagi membahas itu karena sejak dulu sudah mahal,” ungkapnya.
Sebagian bahan pokok masyarakat didatangkan dari pulau Nunukan menggunakan transportasi pesawat udara yang harga jualnya di Krayan sedikit lebih murah dari produk barang Malaysia.
Namun karena jumlahnya terbatas, pelaku usaha di Krayan mendatangkan produk Malaysia untuk mencukupi kebutuhan meski harga melambung bersamaan kenaikan nilai tukar ringgit Malaysia.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan
Tag: Jalan RusakTransportasi