Lagi Efisiensi, Diskominfo Kaltim Rakor Dua Hari di Hotel Mercure

Kepala Diskominfo Kaltim M Faisal saat bicara dalam rapat koordinasi daerah bidang komunikasi, Informatika, statistik dan persandian se-Kaltim 2026 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis 23 April 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian se-Kaltim 2026, di Hotel Mercure Samarinda, Kamis 23 April 2026.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim menggaungkan efisiensi anggaran, dan memilih mengoptimalkan fasilitas pemerintah untuk kegiatan pemerintahan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga Jumat 24 April 2026 besok, dihadiri perwakilan Diskominfo dari 10 kabupaten/kota serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menerangkan, Rakorda ini menjadi wadah menampung usulan kabupaten/kota, untuk memastikan indikator dan target program kerja di tingkat provinsi maupun daerah berjalan beriringan.

“Tujuannya dalam rangka optimalisasi sasaran pencapaian sesuai sinergitas pembangunan daerah, dan mempertajam indikator dan target program Diskominfo Kaltim sesuai dengan tugas dan fungsinya,” kata Faisal dalam sambutannya.

Terkait pelaksanaan acara di hotel di tengah kebijakan efisiensi anggaran, menurut Faisal keterbatasan ruang di kantor pemerintahan menjadi kendala utama dalam menampung jumlah peserta yang tidak sedikit.

“Peserta Rakor kali ini mencapai 160 orang, itu belum termasuk undangan dari OPD dan stakeholder terkait. Sehingga kegiatan ini tidak memungkinkan dilaksanakan di Kominfo Provinsi, dan hanya bisa dilaksanakan ditempat yang besar,” ujar Faisal.

Rangkaian Rakorda ini mencakup kunjungan ke Diskominfo Samarinda untuk melakukan studi tiru. Faisal menyoroti beberapa inovasi di tingkat kota yang bisa diduplikasi oleh Diskominfo Kaltim maupun perangkat daerah lainnya di tingkat kabupaten/kota.

“Aplikasi yang digunakan untuk pemantauan pegawai selama work form home (WFH) pegawai Samarinda bagus, karena bisa menampilkan lokasi terkini di dashboard-nya itu,” sebut Faisal.

Dia juga menyoroti dinamika media sosial yang kini sedang bergejolak tentang Kaltim. Untuk itu, dia mengajak seluruh perangkat daerah melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk lebih proaktif mempromosikan capaian pembangunan dan potensi daerah.

“Bulan Mei nanti kita akan meluncurkan tagar #MariBicaraBaikTentangKaltim. Saya minta setiap kabupaten/kota aktif menyumbangkan informasi positif. Boleh pariwisata hingga keindahan alam,” jelasnya.

“Tidak perlu sibuk meng-counter atau mengklarifikasi setiap pernyataan di media sosial. Biarkan masyarakat yang menilai, mari aktifkan PPID kabupaten/kota, silahkan mempromosikan hal-hal baik tentang Kaltim,” jelas Faisal.

Sementara, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah menetapkan aturan main yang tegas bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kegiatan di luar kantor kini diperbolehkan hanya dengan syarat dan pertimbangan jika pesertanya banyak, sehingga fasilitas pemerintah tidak mencukupi untuk menampung jumlah peserta.

“Tahun lalu sempat ditanya mengapa ada perangkat daerah yang melaksanakan kegiatan di luar kantor? Kebijakan beliau untuk di lingkungan provinsi Kaltim, kegiatan di luar bisa dilakukan kalau melebihi 100 peserta dan tidak memungkinkan menggunakan fasilitas kantor,” terang Sri.

Sri juga menjelaskan Pemprov Kaltim memiliki fasilitas seperti Pendopo Odah Etam dan Gedung Olah Bebaya yang bisa menampung banyak orang. Namun sering sekali fasilitas pemerintah ini berbenturan jadwal dan diisi untuk kegiatan lainnya.

“Bisa saja disaat bersamaan fasilitas ini digunakan juga oleh perangkat daerah,” demikian Sri Wahyuni.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: