
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pada 2025, Kota Samarinda mencatat inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 2,70 persen dengan IHK sebesar 109,54, sedikit lebih tinggi dari inflasi tahunan (y-on-y) Provinsi Kalimantan Timur.
Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga pada 8 (delapan) kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 13,29 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau (4,58); kelompok pendidikan (3,70); kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,71 persen); kelompok transportasi (1,58 persen); kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,89 persen); kelompok kesehatan (0,79 persen); kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,22 persen).
Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam laporan “Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Provinsi Kalimantan Timur 2025” yang dipublikasikan 22 April 2026.
Sebaliknya, lanjut BPS Kaltim, 3 (tiga) kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga (1,47 persen); kelompok pakaian dan alas kaki (0,87 persen); serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,70 persen).
“Sepanjang tahun 2025, inflasi bulanan (m-to-m) Kota Samarinda tercatat berfluktuatif dengan 6 (enam) kali inflasi dan 6 (enam) kali deflasi,” ungkapnya.
Inflasi tertinggi terjadi pada Maret sebesar 2,19 persen dengan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu tarif listrik (1,32 persen), cabai rawit (0,17 persen), dan ikan layang/ikan benggol (0,11 persen).
Sebaliknya, deflasi terdalam tercatat pada Januari sebesar 1,31 persen. Komoditas utama penyumbang deflasi m-to-m pada bulan tersebut adalah tarif listrik (1,62 persen), angkutan udara (0,14 persen), dan bawang merah (0,08 persen).
Menurut BPS Kaltim, secara umum, pola inflasi Kota Samarinda memiliki kemiripan dengan pola inflasi Provinsi Kalimantan Timur, sebagaimana terlihat dalam perbandingan grafik bulanannya.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y Kota Samarinda pada tahun 2025, antara lain: emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk, pasta gigi, akademi/perguruan tinggi, cabai rawit, daging ayam ras, sekolah dasar, dan ikan layang/ikan benggol.
“Sebaliknya,komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y meliputi tomat, bawang putih, sabun detergen bubuk, telepon seluler, tempe, ikan gabus, sepatu wanita, pengharum cucian/pelembut, popok bayi sekali pakai/diapers, dan kemeja pendek katun pria,” demikian BPS Kaltim.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Inflasi