Terinspirasi Lima Rahasia Singapura, Kukar Siapkan Himne dan Mars Daerah

Bupati Aulia Rahman Basri. (Dokpim Kukar/Niaga.Asia)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri baru-baru ini berencana merumuskan penyusunan himne dan mars daerah sebagai bagian dari penguatan identitas serta penanaman rasa cinta terhadap daerah.

Rupanya, gagasan tersebut muncul setelah Bupati Aulia mengikuti program peningkatan kapasitas kepemimpinan yang mengambil pembelajaran dari Singapura.

Setidaknya kata dia, ada lima faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan Singapura hingga mampu berkembang menjadi negara maju, meski tidak memiliki sumber daya alam.

“Disampaikan kepada kami, ada lima hal yang membuat Singapura bisa menjadi raksasa dunia. Yang pertama, bagaimana mereka menanamkan cinta tanah air,” ujarnya dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Aula Kantor Bappeda Kukar, Senin (20/4/2026).

Menurut Aulia, poin pertama tersebut menjadi landasan penting yang ingin diterapkan di Kukar. Ia menilai, kecintaan terhadap daerah tidak bisa tumbuh secara instan, melainkan perlu dibangun melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan.

Salah satu cara yang dinilai efektif adalah melalui simbolisasi, termasuk menghadirkan lagu resmi daerah berupa himne dan mars.

“Hasil evaluasi kami, ternyata Kukar belum memiliki himne dan mars. Padahal ini penting sebagai simbol identitas dan alat membangun kedekatan emosional masyarakat,” jelasnya.

Untuk merealisasikan rencana itu, Bupati pim menginstruksikan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), diantaranya, Dinas Pariwisata akan dilibatkan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mengingat unsur budaya dan edukasi menjadi bagian penting dalam penyusunan lagu daerah.

Proses perumusan nantinya akan berada di bawah koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono Kasnu. Harapan Aulia, prosesnya dapat menghasilkan himne dan mars yang tidak hanya representatif, tetapi juga mudah diterima masyarakat.

“Kita ingin lagu ini benar-benar mencerminkan Kukar, baik dari sisi budaya, nilai, maupun semangat masyarakatnya,” katanya.

Himne dan mars yang disusun tidak hanya sekedar simbol. Pemerintah daerah akan mendorong implementasi nyata di lapangan. Rencananya, lagu tersebut akan dinyanyikan secara rutin dalam apel pagi di sekolah-sekolah, serta dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan.

Dengan pola tersebut, diharapkan nilai-nilai kecintaan terhadap Kukar dapat tertanam sejak dini dan terus terbawa hingga dewasa.

“Kalau ini dinyanyikan terus-menerus, anak-anak kita akan terbiasa, dan itu membentuk rasa memiliki terhadap daerahnya,” tuturnya.

Selain soal nasionalisme, Bupati Aulia juga menyinggung empat poin lain yang dipelajari dari Singapura, meski belum dirinci secara detail. Salah satu yang paling disorot adalah bagaimana pemerintah dapat memastikan kesejahteraan masyarakatnya.

Kata dia, Singapura menempatkan stabilitas ekonomi warga sebagai prioritas utama, dengan memastikan setiap warga memiliki penghasilan yang layak.

“Setelah cinta tanah air, mereka memastikan masyarakatnya tidak bermasalah secara ekonomi. Ini yang juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.

Aulia menilai, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan identitas dan rasa kebersamaan.

Karena itu, penyusunan himne dan mars Kukar diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun fondasi tersebut, sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita tidak lama lagi Kukar sudah punya himne dan mars. Ini bukan sekadar lagu, tapi pengingat bagi kita semua untuk mencintai daerah ini,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: