Luas Panen Padi di Kabupaten Nunukan Tahun 2025 Tinggal 3.165 Hektare

Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama Kepala DKPP Nunukan, Masniadi dan anggota DPRD Nunukan, Adama, usai mengikuti acara panen raya padi bersama petani  Kampung Tengah, Sungai Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Berdasarkan hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area) Padi Tahun 2025, total luas panen padi di Kabupaten Nunukan adalah 3.165 hektare. Total luas panen padi tersebut menurun 182 hektar dari tahun sebelumnya, tahun 2024, yaitu 3.347 hektare (hasil Survei KSA Padi Tahun 2024).

Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan dalam Statistik Padi dan Palawija Kabupaten Nunukan 2025 yang dipublikasikan 14 April 2026.

Tidak hanya, konsekuansi dari menurunnya luas panen adalah total produksi padi di Kabupaten Nunukan pada tahun 2025 adalah 11.574,60 Ton-GKG (Gabah Kering Giling).

“Total produksi padi pada tahun 2025 turun sebesar 576,42 Ton-GKG dari tahun sebelumnya, tahun 2024, yaitu 12.153,02 Ton-GKG,” ungkap BPS Nunukan.

BPS Nunukan juga menjelaskan, total produksi beras di Kabupaten Nunukan pada tahun 2025 adalah 6.861,86 Ton. Total produksi beras tersebut menurun dari tahun sebelumnya, tahun 2024, yaitu 7.204,76 Ton.

“Perkembangan produksi beras antara tahun 2024 dengan tahun 2025 adalah -342,90 Ton (secara absolut) dan -5,00 persen (secara relatif),” paparnya.

Produktivitas padi tahun 2024 dan 2025 didapatkan dari Survei Ubinan tahun 2024 dan 2025. Nilai produktivitas padi tahun 2024 adalah 36,31 Ku/Ha-GKG. Sedangkan nilai produktivitas padi tahun 2025 adalah 36,57 Ku/Ha-GKG. Produktivitas padi tahun 2025 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Jika dibandingkan dengan nilai produktivitas padi Kalimantan Utara tahun 2025, nilai produktivitas padi Kabupaten Nunukan berada di bawah dari nilai produktivitas padi di Kalimantan Utara. Nilai produktivitas padi Kalimantan Utara pada tahun 2025 adalah 37,26 Ku/Ha-GKG.

Menurut BPS Nunukan, perkembangan luas panen padi antara tahun 2024 dengan tahun 2025 adalah -181 hektare (secara absolut) dan -5,74 persen (secara relatif). Nilai produksi padi didapatkan dari perkalian antara luas panen padi dengan produktivitas padi pada tahun amatan.  Sedangkan nilai produktivitas didapatkan dari hasil Survei Ubinan pada tahun amatan.

Luas panen yang digunakan adalah luas panen bersih setelah memperhitungkan nilai konversi galengan, dan untuk konversi GKP (Gabah Kering Padi) ke GKG (Gabah Kering Giling) menggunakan hasil Survei Konversi Gabah ke Beras 2018.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: