Capaian Pembangunan Manusia Kaltim Masih yang Tertinggi di Kalimatan

Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan dengan angka HLS yang sudah mencapai 14 tahun, tepatnya 14,04 tahun atau setara dengan tamat pendidikan jenjang Diploma II (D-II).(Foto Dok Niaga.Asia).

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dibandingkan dengan empat provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, capaian pembangunan manusia Kalimantan Timur (Kaltim) masih merupakan yang tertinggi. Pada tahun 2025, angka IPM Provinsi Kalimantan Timur sebesar 79,39. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan angka IPM nasional yang sebesar 75,90.

Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dalam Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Timur 2025, yang dirilis 24 April 2026.

Capaian IPM seluruh provinsi di Pulau Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara masih memiliki nilai indeks di bawah 80 sehingga masih termasuk berstatus IPM “Tinggi”.

Menurut BPS Kaltim, pada indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir, dibandingkan dengan empat provinsi lainnya di Kalimantan, umur harapan hidup Kalimantan Timur pada tahun 2025 masih lebih tinggi dibandingkan dengan keempat provinsi lainnya di pulau Kalimantan.

“UHH di provinsi Kalimantan Timur mencapai 75,28 tahun, merupakan yang tertinggi di pulau Kalimantan dan melebihi UHH nasional Indonesia yang nilainya sebesar 74,47 tahun. Umur harapan hidup di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara juga telah mencapai 70 tahun lebih, masing-masing yaitu 74,28 tahun, 74,01 tahun, 74,49 tahun, dan 73,68 tahun,” ungkapnya.

Indikator berikutnya yang mewakili dimensi pengetahuan yaitu harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Di Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi dengan angka HLS yang sudah mencapai 14 tahun, tepatnya 14,04 tahun atau setara dengan tamat pendidikan jenjang Diploma II (D-II).

Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memiliki capaian HLS yang hampir sama dengan kisaran angka HLS nasional Indonesia, di kisaran 13 tahun. Sementara itu, kedua provinsi lainnya di Pulau Kalimantan memiliki capaian HLS yang masih di bawah 13 tahun. Ditilik dari indikator rata-rata lama sekolah (RLS), untuk di Pulau Kalimantan, hanya Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki RLS di atas 10 tahun, yaitu 10,10 tahun.

“Adapun Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi selanjutnya yang memiliki RLS di atas 9 tahun yaitu sebesar 9,44 tahun, setara dengan tamat pendidikan SMP. Sementara itu, provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan masih berada di kisaran 8 tahun. Untuk capaian di level nasional sendiri, saat ini masih berada pada kisaran 9 tahun, tepatnya 9,07 tahun,” demikian BPS Kaltim.

Dimensi standar hidup layak merupakan representasi dari kesejahteraan yang diwakili oleh indikator pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Pada tahun 2025, pengeluaran riil per kapita di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 14,25 juta rupiah per tahun, lebih tinggi daripada pengeluaran riil per kapita Indonesia yang nilainya sebesar 12,80 juta rupiah, sekaligus juga menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan.

Kemudian disusul oleh Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 13,76 juta rupiah dan Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 12,61 juta rupiah. Sementara itu, pengeluaran riil per kapita di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara masih berada di bawah 12 juta rupiah per tahun, masing-masing sebesar 10,69 juta rupiah dan 10,57 juta rupiah.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: